Dedi Mulyadi Ajak Warga Gotong Royong Perbaiki Rumah Warga yang Hampir Roboh

Wijayakusuma, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 19:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 525 1872260 dedi-mulyadi-ajak-warga-gotong-royong-perbaiki-rumah-warga-yang-hampir-roboh-YcssocnaYV.jpg Dedi Mulyadi saat gotong royong bersama warga Bekasi (foto: Wijaya/Okezone)

BEKASI - Kunjungan calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi di Desa Sukamanah, Kabupaten Bekasi, dihebohkan dengan peristiwa hampir robohnya sebuah rumah reot milik seorang nenek bernama Mak Rieum (70).

Awalnya Dedi yang sedang berdialog bersama warga, tiba-tiba didatangi Ketua RW setempat yang memberitahu jika rumah yang dihuni Mak Rieum dan keluarga, kondisinya sudah miring dan hampir roboh. Tak ingin membuang waktu, mantan Bupati Purwakarta itu langsung mengajak warga menuju kediaman Mak Rieum.

Setibanya di lokasi, pria yang lekat dengan kemeja putih dan iket Sundanya itu, tampak tertegun melihat kondisi rumah yang berukuran 6 x 3 meter tersebut. Selain genting rumah yang miring, tiang penyangga juga sudah lapuk dimakan rayap.

"Disini ada 12 orang, ada nenek, bapak (suami), empat anak dan enam cucu. Kalau tidur terlentang aja semua di ruang tengah, soalnya enggak ada kamar," kata Mak Rieum, Selasa (13/3/2018).

 

Ia mengaku sudah lama berkeinginan untuk memperbaiki rumahnya. Namun apa daya keterbatasan biaya membuatnya terpaksa memendam keinginannya itu.

"Mau gimana lagi pak, bapaknya udah enggak kerja lagi, sudah lanjut usia. Repotnya, kalau sudah datang banjir pak, basah semuanya," keluhnya.

Selepas mendengar curhatan sang nenek, Dedi yang terenyuh mengajak para warga bersama-sama merobohkan rumah Mak Rieum, untuk selanjutnya diperbaiki kembali. Sementara sambil menunggu perbaikan rumah selesai, Mak Rieum bersama keluarga akan tinggal di sebuah rumah kontrakan yang dibayar dari swadaya masyarakat.

"Iya sementara mah kami kontrakin rumah. Nanti warga patungan buat bayar kontrakannya," kata Ketua RW setempat, Pipin (48).

Sebelum mengerahkan warga untuk memperbaiki rumah Mak Rieum, pasangan duet Deddy Mizwar itu terlebih dulu berdiskusi dengan Panwaslu setempat.

"Tanya nih ke Panwaslu, mengajak warga bergotong royong termasuk pelanggaran atau tidak, bisa kan? Kasihan kalau dibiarkan, ini rumah ditinggali 12 orang loh. Apalagi ini musim hujan," kata Dedi.

Mengenai biaya perbaikan, Dedi mengaku tidak mengeluarkan sepeser pun dari kantong pribadinya. Seluruh biaya ditanggung warga, serta dibantu kerabat Dedi yang berada di desa tersebut.

"Tadi saya tanya ke Panwaslu, teknisnya warga bergotong royong. Soal lainnya rekan saya udunan sama warga sini," ujarnya di hadapan beberapa orang anggota Panwaslu setempat.

 

Kondisi rumah Mak Rieum yang memprihatinkan, hanyalah satu dari sekian banyak pemukiman warga yang bernasib sama. Dedi merasa sudah saatnya pihak terkait bersinergi untuk mengentaskan permasalahan penataan pemukiman warga miskin, ketimbang meributkan pajak kota baru Meikarta.

"Jangan terus meributkan soal Meikarta, itu sudah ada izinnya. Saat ini, kita harus memikirkan agar pajak dari Meikarta itu disalurkan untuk menata perkampungan kumuh seperti ini," tegasnya.

Para penghuni Kota Baru Meikarta menurut Dedi adalah mayoritas pendatang. Karena itu, pajak dari para pendatang harus lah digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan warga setempat.

"Jangan sampai para pendatang di Meikarta hidup enak, tapi warga sekitarnya tidak bisa menikmati hasil pajak dari Meikarta itu," pungkasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini