Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Solusi Deddy Mizwar untuk Petani Mangga hingga Pengrajin Petasan Indramayu

Oris Riswan , Jurnalis-Rabu, 14 Maret 2018 |16:59 WIB
Solusi Deddy Mizwar untuk Petani Mangga hingga Pengrajin Petasan Indramayu
A
A
A

INDRAMAYU - Calon gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar Deddy Mizwar melanjutkan agenda kampanyenya dengan mengunjungi Kabupaten Indramayu, Rabu (14/3/2018).

Di sana, ia bertemu dengan berbagai elemen masyarakat di kawasan Lohbener, Kecamatan Jatibarang. Berbagai keluhan dan aspirasi dari masyarakat mencuat.

Salah satunya adalah dari para petani mangga gedong gincu yang merupakan komoditi buah unggulan khas Indramayu. Harga dari para petani sendiri terbilang murah yaitu di kisaran Rp15-20 ribu per kilogram. Tapi setelah ke tangan penjual, harganya bisa melejit.

Pria yang akrab disapa Demiz itu pun memberikan solusi. Ia mengatakan mangga gedong gincu sudah diminati di Jepang. Bahkan, pihak Jepang siap membeli satu biji mangga gedong gincu seharga Rp20 ribu.

"Tapi ada syaratnya, lalat buahnya harus dibebaskan dari mangga gedong gincu," kata Demiz yang disambut tepuk tangan warga.

Menurutnya sudah ada beberapa teknologi yang bisa dipakai untuk menghilangkan lalat buah dari mangga gedong gincu. Nantinya, setelah buah dipetik, mangga itu akan diproses menggunakan alat khusus agar lalat buahnya hilang. Teknologi untuk menghilangkan lalat buah itu ditaksir sekira Rp20 miliar.

"Nanti kita coba belikan (alatnya), supaya selesai tiga jam setelah dipetik, (mangga diproses menggunakan) alat tadi, sehingga seluruh lalat buahnya mati dan mangga bisa diekspor dengan harga Rp20 ribu per butir. Tapi nanti kalau jadi gubernur. Jepang sudah minta, asal lalat buahnya dibebaskan dari mangga gedong gincu," jelas Demiz.

Satori (45), petani mangga gedong gincu, menyambut baik apa yang disampaikan Demiz. Ia berharap kelak apa yang diungkapkan Demiz akan terwujud. Sehingga, para petani mangga gedong gincu akan lebih sejahtera.

"Bersyukur, alhamdulillah, kita siap, apalagi kalau untuk meningkatkan produksi. Saat ini mangga memang murah harga jualnya dari petani. Sehingga alat itu memang sangat diperlukan," tutur Satori yang sudah 20 tahun menjadi petani mangga gedong gincu.

Selain petani mangga, di lokasi juga ada keluhan dari beberapa pengrajin petasan. Sebab, di kawasan Jatibarang sendiri cukup banyak pengrajin petasan.

"Ini solusi untuk (pengrajin) petasan bagaimana pak biar aman? Jangan cuma ditangkepin. Ingin tahu dari Pak Haji ini bagaimana (solusinya)," ucap salah seorang perempuan pengrajin petasan.

Demiz kemudian menjawab pertanyaan tersebut. Menurutnya, ada sektor usaha yang harus ditingkatkan. Tapi, untuk usaha yang membahayakan seperti produksi petasan harus dicari solusi. Sebab, petasan sangat membahayakan. Bukan hanya untuk konsumen, pembuat petasan juga terancam keselamatannya saat membuat petasan.

"Jadi ini harus dicarikan solusi alih usaha. Sebab, kalau usahanya ini dilarang, degdegan," ungkap Demiz.

Salah seorang pengrajin petasan bahkan mendesak meminta solusi instan. Tapi, Demiz menegaskan bahwa solusi harus dipikirkan secara matang, bukan asal diucapkan.

Dalam pertemuan itu, Demiz secara umum juga juga mengingatkan soal kawasan Pantura yang akan mengalami kemajuan pesat. Sebab, berbagai pembangunan infrastruktur kini sedang difokuskan di kawasan Pantura.

Masyarakat, khususnya di Indramayu, diingatkan agar bersiap-siap menghadapi kemajuan tersebut. Sumber daya manusia harus benar-benar siap agar tidak tergerus oleh sumber daya manusia dari luar Indramayu.

Di tempat yang sama, Demiz secara khusus mengingatkan agar warga menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Jawa Barat 2018. "Gunakan hak pilih karena golput tidak akan mengubah apapun kehidupan kita. Jadi, pilih pemimpin yang bisa membuat perubahan lebih baik," ajaknya.

Ia pun mengajak warga untuk mengawasi pilgub agar tidak terjadi kecurangan dan hal negatif lainnya. Silaturahmi juga harus tetap dijaga di antara sesama masyarakat. Perbedaan pilihan dan pandangan jangan jadi alasan untuk bermusuhan.

Sementara sebelum bertemu dengan warga, Demiz sempat berkampanye di pasar tumpah di kawasan Jatibarang. Di sana, ia disambut antusias warga dan pedagang. Permintaan berswafoto pun datang bertubi-tubi.

Demiz pun sempat melakukan beberapa aksi unik. Ia sempat naik becak, kemudian naik ke atas bus dan mengacung-acungkan empat jari tangannya sebagai tanda pasangan nomor urut empat di pilgub. Ia juga sempat membeli makanan dari pedagang di sana dan mentraktir warga.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement