Mattis tidak mengungkap siapa calon yang akan didukung oleh Iran. Namun dia mengatakan bahwa Teheran melakukan campur tangan dengan mengirim sejumlah uang untuk mempengaruhi politik dalam negeri Irak.
"Kami mempunyai bukti mengkhawatirkan bahwa Iran tengah berupaya mempengaruhi, dengan menggunakan uang, pemilu di Irak," kata Mattis kepada sejumlah wartawan saat terbang kembali ke Washington usai mengunjungi sejumlah negara Timur Tengah dan Afghanistan.
"Uang itu digunakan untuk membeli suara. Namun jumlahnya tidak banyak, dan mungkin tidak akan berpengaruh besar," ujarnya.
Hingga kini tidak ada komentar balasan dari Iran.
Mattis membandingkan aksi Iran dengan Rusia, yang dituding oleh pihak intelejen Amerika Serikat telah mencampuri pemilu presiden Amerika Serikat tahun 2016 dengan mendukung Donald Trump.