"Saya kira di pimpinan MPR akan taat asas dan taat hukum dan undang-undang. Saya sangat percaya di MPR tidak melanggar undang-undang. Tidak akan ditindaklanjuti," katanya.
Mahyudin pun merasa di balik rencana rotasi pimpinan MPR ini terjadi karena dirinya memiliki perbedaan politik dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.
"Mungkin karena saya ada perbedaan gaya politik dengan ketua umum. Bisa jadi ini karena masalah suka dan tidak suka, tapi memang semenjak Munas kemarin sudah ada gaungnya," tandasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.