Dian menjelaskan, pencarian harimau Bonita terus diintensifkan. Namun, berdasarkan hasil penelusuran, harimau Bonita semakin jarang terlihat pasca penembakkan bius gagal.
Pencarian terhadap satwa langka itu dilakukan pada siang hari dan malam hari dengan terbagi tiga kelompok.
"Blok demi blok di kebun sawit sudah dicari, namun harimau belum terlihat. Ini sudah hari ke-73 pencarian," ucapnya.
Tim terpadu yang terdiri dari TNI, Polri, BKSDA, organisasi pencinta satwa, polisi kehutanan berjanji akan menangkap Bonita hidup-hidup. Walau belakangan ini warga demo meminta tim segera menangkap harimau pemangsa Jumiati dan Yusri dengan cepat. Jika tidak, warga akan akan mengambil tindakan sendiri terhadap harimau tersebut.
"Tim berusaha melakukan penyelamatan terhadap Bonita," tukasnya.