Untuk keamanan, gedung ini mendapatkan anggaran dari Satker Bidang Teknologi Informasi Polda Jateng sebesar Rp14,6 miliar. Anggaran itu digunakan untuk pengadaan sistem keamanan elektronik berupa Integrated Security System (ISS).
"Gedung ini dibanding sebelumnya dan beberapa polda, ini salah satu yang terbaik. Sistemnya saya lihat bagus. Sistem pengamanan menggunakan elektronik, kemudian ada pembangian ruangan yang cukup bagus dan pelayan publik yang menjadi satu. Mestinya masyarakat bjsa merasa nyaman saat mereka masuk ke kantor polisi," bebernya.
Polda yang memiliki bangunan megah lainnya adalah Polda Metro Jaya. Gedung dengan bangunan 23 lantai tersebut dibangun selama 13 tahun yang dimulai pada 2004. Bahkan, "Gedung Promoter" Polda Metro Jaya ini pembangunannya menghabiskan dana fantastis yakni sebesar Rp498 miliar.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang meresmikan gedung baru itu mengungkapkan, pembangunan gedung terbengkalai belasan tahun akibat persoalan anggaran. Pihak kepolisian harus mencicil pembayaran pembangunan gedung karena berhadapan dengan lonjakan fiskal.
Tito juga menjelaskan gedung tersebut dibangun seiring dengan maraknya kasus teror bom. Awalnya bangunan itu disebut Gedung Densus 88, namun kemudian berubah menjadi Gedung Promoter yang merupakan singkatan dari profesional, modern, dan terpercaya.