Lagi, 7 Warga di Kepung Harimau Sumatera di Riau

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Selasa 27 Maret 2018 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 27 340 1878724 lagi-7-warga-di-kepung-harimau-sumatera-di-riau-0tOOzcmlTg.jpg

PEKANBARU - Tujuh warga Indragiri Hilir (Inhil), Riau dicekam rasa ketakutan karena dikelilingi Harimau Sumatera. Dari gelagatnya, harimau tersebut seperti Bonita yang memangsa dua manusia beberapa bulan lalu.

Ketujuh warga itu didatangi harimau hutan saat melakukan aktivitas di hutan kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan yang berada diperbatasan Kecamatan Pelangiran dan Kecamatan Gaung.

"Kita mendapatkan laporan dari tim di lapangan bahwa kemarin itu ada tujuh warga di kelilingi harimau. Saat itu warga sedang beraktivitas di tengah hutan," ucap Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Utomo Selasa (27/3/2018).

Mulyo mengatakan saat itu ada warga lain yang menghubungi tim gabungan TNI, Polri BKSDA kalau ada warga sedang dikepung harimau di dalam hutan. Kemudian sore itu tim gabungan langsung ke lokasi untuk mencari warga di dalam hutan.

(Baca Juga: Deretan Bukti Harimau Sumatera Pemangsa Manusia di Riau Punya Penyimpangan Perilaku)

Warga mengaku kalau mereka tidak bisa berbuat banyak saat harimau mendatangi gubuk mereka yang ada di dalam hutan. Mereka lebih memilih diam di dalam gubuk.

"Mereka menghubungi kita karena ada beberapa warga yang memanjat pohon untuk mencari sinyal," imbuhnya.

Setelah melakukan perjalanan selama 2 jam dengan perahu, akhirnya tim gabungan sampai di lokasi. Wargapun melakukan evakuasi para warga yang ada di dalam hutan.

(Baca Juga: Sniper Dikerahkan untuk Lumpuhkan Harimau Bonita)

"Jaraknya dari lokasi cukup jauh. Kita belum tau apa kegiatan mereka di tengah hutan. Langkah awal kita menyelamatkan warga," imbuhnya.

Sebelumnya, dua warga di Pelanggiran, Inhil tewas diserang harimau bernama Bonita. Kejadian pertama pada 3 Januari 2018 dengan korban Jumiati, karyawati PT THIP.

Kemudian pada 10 Maret, harimau sumatera itu kembali menyerang warga bernama Yusri. Keduanya diterkam di bagian tengkuk.

(Baca Juga: Trauma Serangan, Warga Minta "Bonita" Si Harimau Segera Ditangkap)

Organisasi pencinta alam internasional WWF menyatakan bahwa penyerangan harimau ke manusia di Inhil disebabkan hutan beralih fungsi menjadi perkebunan sawit oleh PT THIP dan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi yang merupakan anak perusahaan Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP). Petugas sudah beberapa kali menembak bius Bonita, namun si raja hutan ini bangun lagi walau sempat tergeletak.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini