nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Bintang Pamungkas Dipolisikan Terkait Kasus SARA

Badriyanto, Jurnalis · Kamis 29 Maret 2018 18:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 29 338 1879799 sri-bintang-pamungkas-dipolisikan-terkait-kasus-sara-WPnJZUEkf6.jpg Aktivis Sri Bintang Pamungkas (Foto: Dok Koran Sindo)

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) melaporkan aktivis Sri Bintang Pamungkas ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan informasi mengandung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), lantaran menyebut agama Islamnya Presiden Jokowi berpura-pura.

Ketua Umum DPP PITI, Ipong Hembing Putra mengatakan, selain menebar SARA kepada Jokowi, Sri Bintang juga menyebut orang Cina di Indonesia yang masuk agama Islam hanya berpura-pura. Ia merasa tersinggung dengan pernyataan Sri Bintang tersebut.

"Kami menyayangkan dan keberatan serta sangat tersinggung dengan pernyataan Sri Bintang yang terang dan nyata melakukan penghinaan kepada kami dengan mengatakan kami orang China atau Tionghoa yang masuk Islam adalah berpura-pura," kata Ipong di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Kepada polisi, Ipong juga menyerahkan video hasil unggahan di Youtube perihal pernyataan Sri Bintang yang dinilainya melawan hukum. Pernyataan Sri Bintang yang menyebut orang China dan Jokowi pura-pura beragama Islam itu viral sejak Februari 2017.

"Oleh karena itu kami sebagai orang-orang Tionghoa Indonesia yang beragama Islam sangat keberatan dengan fitnah yang dilakukan saudara Sri Bintang. Untuk itu kami laporkan yang bersangkutan ke Polda Metro Jaya atas pencemaran nama baik dan fitnah," tuturnya.

Laporan Ipong itu diterima polisi dengan nomor LP/1698/III/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 29 Maret 2018. Dalam laporan itu, Sri Bintang terancam dijerat Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Sekedar informasi, Sri Bintang Pamungkas juga berstatus tersangka kasus pemufakatan makar bersama rekan-rekan aktivitas lainnya. Sri Bintang ditangkap polisi Jumat, 2 Desember 2016, tepatnya menjelang aksi damai 212 yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara atas kasus penistaan agama.

Dalam hal ini, Sri Bintang dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat. Meski begitu, hingga kini kasus itu masih menggantung dan polisi mengabulkan penangguhan penahanan yang diajukan.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini