TANGERANG SELATAN - Kasus gizi buruk masih saja ditemukan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Tercatat, sepanjang tahun 2018 ini ada 59 Balita yang mengidapnya, baik karena sebab penyakit penyerta maupun akibat gangguan pola asuh orangtua.
Dinas Kesehatan Kota Tangsel sendiri membeberkan, sejak tahun 2016 ada 94 kasus gizi buruk yang ditemukan, tahun 2017 meningkat menjadi 109 kasus. Sedangkan pada tahun 2018 menurun menjadi 59 kasus, itupun dengan penambahan 37 kasus lama yang belum tuntas penanganannya dari tahun 2017, dan 22 kasus baru di tahun 2018.
Umumnya, para penderita gizi buruk memang berasal dari kalangan ekonomi keluarga tak mampu, sehingga sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun pusat.
Saat disambangi, orangtua dari korban gizi buruk di Pondok Aren, Tangsel, mengeluhkan keseriusan pemerintah dalam menangani kasus gizi buruk yang menimpa putrinya, Sri Kinandari (2,5). Petugas Puskesmas yang datang, hanya menyarankan agar pihak keluarga memberikan asupan makanan yang bergizi dan pemberian susu.
"Kata orang Puskesmas, disuruh makan apa kek biar beratnya naik. Nyuruh tapi solusinya enggak ada. Kita buat makan kalau beras ada, tapi kalau lauk kita seadanya. Kemarin juga bilangnya kalau kurang susu harusnya bilang ke Puskesmas, tapi pas kemarin kita bilang kesana, katanya susunya enggak ada (habis)," ujar Nurifah, ibu dari Balita gizi buruk, Sri Kinandari, ditemui di kediamannya, Jumat (30/3/2018).