"Konsepnya nanti seperti di Kampung Tajur, Kecamatan Bojong, Purwakarta. Jadi rumah warga bisa menjadi homestay bagi pengunjung. Di samping itu, pengunjung juga bisa ikut aktivitas pemilik rumahnya, semisal bertani," jelas dia.
Menurut Dedi Mulyadi, satu langkah menjadi prasyarat utama untuk perwujudan gagasan tersebut yakni aktivasi daya dukung lingkungan. Hutan lebat, hamparan sawah dan ladang disebutnya tidak boleh diubah untuk peruntukan lain.
"Kalau warga Jawa Barat tidak ingin dimakan harimau, ya hutan yang menjadi rumah harimaunya jangan diganggu. Kalau warga Jawa Barat tidak ingin kekurangan beras ya sawah jangan diganggu. Kalau warga Jawa Barat tidak ingin kekurangan sayur mayur, ya ladang jangan diganggu,” tegas dia.
Karena itu, program ini membutuhkan konsistensi daerah dalam menjaga keseimbangan tata ruang wilayah. Jika terpilih dalam Pilgub Jabar pertengahan awal tahun ini, Dedi Mulyadi berikrar siap menjaga wilayah Jawa Barat dari para perusak lingkungan.
“Apabila kita konsisten, saya yakin masyarakat Garut, masyarakat Jawa Barat akan sejahtera,” pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.