(Baca Juga: Wakapolri Pastikan Proses Hukum Puisi Sukmawati Tetap Berjalan)
Hal ini, kata dia, guna menjaga situasi bangsa Indonesia agar tetap kondusif dalam menyongsong pemilihan kepala daerah serentak 2018.
“Saya kira tidak perlu ada aksi secara fisik, tapi bahwa pada komentar itu sah-sah saja. Sejauh tidak membuatkan gerakan-gerakan yang secara fisik karena kita ingin ciptakan iklim yang kondusif dalam kehidupan kita. Bermasyarakat berbangsa dan bernegara terutama dalam menghadapi Pilkada, dimana agenda politik kita yang sangat penting,” tandasnya.
Diketahui, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta pihak yang melaporkan Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi kontroversi berjudul "Ibu Indonesia" bisa dicabut.
Dirinya pun meminta agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan, pasalnya Sukmawati sudah menjelaskan bahwa makna dari isi puisi tersebut tidak sama sekali berniat menghina atau mencemoohkan syariat Islam.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.