SURABAYA – Kemajuan suatu bangsa yang besar harusnya diiringi gelombang kepercayaan diri generasi muda dalam merebut optimisme dengan memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Koordinator Kegiatan Gerakan Kolaborasi Indonesia, Setiawan, mengatakan langkah yang paling konstruktif dalam menerjemahkan aspirasi masa depan dalam rentang 19–29 tahun menunjukkan angka 94,8 persen generasi muda milenial optimis pada masa depan.
Hal tersebut berdasarkan survei nasional CSIS yang dirilis pada November 2017. Artinya, ini merupakan investasi mental yang dapat dikemas dalam bentuk gerakan pemuda yang tepat. Hanya kemudian bagaimana kelompok milenial itu dimobilisasi sebagai subjek pembangunan nasional melalui peran-perannya di masyarakat.
"Gerakan pemuda tersebut harus diawali dari kerangka kesadaran atas pentingnya hidup sehat, artinya dalam melakukan perubahan, kaum muda harus mampu mengampanyekan pesan-pesan agar hidup sehat kepada sekitar dan dimulai dari diri sendiri," terang Setiawan, Jumat (6/4/2018).

Data CSIS pada 2017 menunjukkan bahwa 40 persen generasi muda milenial menempatkan persoalan kesehatan sebagai sebagai sumber dari kebahagiaan hidup. Kebahagiaan merupakan energi moral untuk seseorang lebih mudah bergerak ke arah yang lebih baik.