Nurfaiyzah mengungkapkan kehilangan nomor telefon orangtuanya. Demikian pula orangtuanya mengaku kehilangan nomor kontaknya sehingga baik dirinya maupun keluarganya tak bisa saling berkomunikasi. Dirinya tidak berpikir ingin pulang karena merasa betah tinggal bersama majikan.
Kata dia, majikannya memperlakukan dia seperti anaknya sendiri dan tidak terlalu dibebani banyak pekerjaan. Segala kebutuhannya dipenuhi. Gaji pun lancar meskipun disimpankan majikan di bank.
"Saya hanya nyeterika baju. Habis itu saya makan, tidur. Yang masak madam (majikan perempuan)," tuturnya.
(Arief Setyadi )