Tarmidzi (45), seorang karyawan swasta di kawasan Gedung Panjang, Jakarta Barat atau tak jauh dari Kota Tua mengaku, tarif ojek onthel lebih mahal dibandingkan dengan tarif ojek online. Maka dia pun lebih memilih naik ojek online kalau ke kantor.
“Kalau naik ojek online saya cuma bayar Rp7 ribu saja sudah sampai sana. Kalau (ojek) onthel kan bisa Rp15 ribu. Jadi, dua kali lipat lebih mahal, ini kurang efisien,” ujar Tarmidzi.
Tarmidzi memaklumi harga ojek onthel lebih mahal, karena mengayuh sepeda memerlukan stamina lebih. Tapi, bagi masyarakat era sekarang kecepatan, kenyamanan dan efesien selalu jadi perhatian.
“Kadang kasihan sih ya sudah pada tua masih ngegowes begitu. Cuma ya gimana lagi, ojek online lebih murah,” tuturnya.