JAKARTA – Puluhan nyawa melayang menenggak minuman keras (miras) oplosan. Kepolisian daerah Polda Metro Jaya, mengungkap korban tewas akibat meneguk miras olposan sudah mencapai 31 orang. Korban merupakan warga, Jakarta, Depok dan Bekasi. Terbaru, 12 dari 27 warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tewas setelah meminum miras oplosan.
Sosiolog dari Universitas Infonesia, Daisy Indira menilai, jatuhnya banyak korban akibat menenggak miras oplosan, salah satunya akibat adanya kesenjangan kesejahteraan.
Daisy beranggapan bahwa warga kelas bawah yang tidak mampu membeli minuman beralkohol yang dijual secara legal, beralih ke miras oplosan.
"Kasus ini jangan hanya dilihat adanya korban tapi kasus ini harus menjadi waspada bagi kita termasuk pemerintah dan stackholder lain bahwa ada kesenjangan yang begitu jauh sebenernya antara yang the have (si kaya-red) and the have not (si miskin-red) yang masing-masing mengembangkan budayanya masing-masing," kata Daisy saat dihubungi Okezone, Minggu (8/4/2018).