"Ternyata karunia anak sungguh sangat besar, bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan, berkat kerja keras, untuk wujudkan cita-cita saya mengabdi untuk negara ini. Menjadi Ketua DPR," ujarnya.
Nada suara Setnov kembali bergetar, dan sesekali tak kuat membacakan pleidoinya. Setnov mengatakan, apa yang dibacakan tersebut bukan untuk dibelas kasihani, namun lebih kepada untuk mengimbangi pandangan masyarakat terhadap dirinya.
"Saya terpaksa, bukan pamrih membacakan (pleidoi) ini. Saya ingin masyarakat melihat cahaya ditengah-tengah gelapnya, saya ingin mengimbangi pemberitaan atau kabar yang beredar di luar, sudinya kiranya kurangi dapat mengurangi celaan, cacian yang kejam itu," pungkasnya.
(Mufrod)