Image

Dubes AS: Banyak Bukti Tunjukkan Suriah Lakukan Serangan Senjata Kimia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 17 April 2018 13:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 18 1887668 dubes-as-banyak-bukti-tunjukkan-suriah-lakukan-serangan-senjata-kimia-AMJHcQnH6f.jpg Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan. (Foto: Reni/Okezone)

JAKARTA – Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan Jr. mengatakan bahwa serangan senjata kimia di Douma bukanlah sebuah berita bohong dan ada banyak bukti yang menunjukkan insiden itu benar-benar dilakukan oleh rezim Suriah.

Donovan menyoroti fakta bahwa Rusia belum memperbolehkan tim pemeriksa dari organisasi pelarangan senjata kimia (OPCW) untuk masuk ke Douma yang diduga menjadi lokasi terjadinya serangan senjata kimia. Amerika Serikat sempat menyampaikan kekhawatiran akan upaya penghilangan bukti yang dilakukan Rusia di Douma.

BACA JUGA: Lavrov: Rusia Tidak Hilangkan Bukti di Lokasi Serangan Senjata Kimia Suriah

Namun, Donovan menilai telah ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa Pemerintah Suriah telah melakukan serangan senjata kimia di Douma.

“Perlu diingat sudah banyak bukti-bukti, video-video, foto-foto berdefinisi tinggi yang menunjukkan penderitaan warga di Douma,” kata Donovan kepada media di kediamannya Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Korban serangan senjata kimia di Khan Seikhoun, Ibdlib, Suriah April 2017. (Foto: Reuters)

Setelah munculnya laporan mengenai serangan senjata kimia di Douma pada Sabtu 7 April, foto-foto yang menunjukkan orang-orang yang meninggal dunia dengan busa di mulutnya beredar di media sosial. Mereka diyakini sebagai korban dari serangan senjata kimia yang dilakukan Pemerintah Suriah di Douma.

“Ada juga ahli kedokteran yang menyatakan bahwa mereka merawat pasien yang menunjukkan tanda-tanda baru terpapar gas sarin.”

“Ada helikopter buatan Rusia yang dioperasikan oleh angkatan bersenjata Suriah terbang di atas Douma saat penyerangan tersebut. Bom drum yang secara rutin digunakan rezim Suriah untuk menyerang rakyatnya sendiri terlihat jatuh di Douma saat terjadi serangan,” lanjutnya.

Tim pemeriksa PBB mengumpulkan bukti penggunaan senjata kimiadi Ain Tama, Damaskus Agustus 2013. (Foto: Reuters)

Semua bukti itu, kata Donovan, menunjukkan bahwa insiden di Douma bukanlah sebuah berita bohong. Bukti-bukti tersebut memperlihatkan ada serangan senjata kimia yang dilakukan oleh Pemerintah Suriah terhadap rakyatnya.

BACA JUGA: Putin: Serangan Lanjutan Barat ke Suriah Akan Sebabkan Kekacauan Dunia

Rusia menyatakan telah mengizinkan tim pemeriksa OPCW untuk masuk ke Douma pada Rabu untuk mulai melakukan pemeriksaan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menolak kekhawatiran Amerika Serikat mengenai upaya penghilangan barang bukti di Douma.

“Saya dapat menjamin bahwa Rusia tidak merusak lokasi itu,” kata Lavrov dalam wawancara dengan BBC pada Senin.

Donovan mengatakan bahwa dia belum bisa memberikan penjelasan mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil Amerika Serikat terkait krisis yang saat ini terjadi di Suriah. Namun, duta besar yang menjabat sejak 2016 itu mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan semua perangkat diplomasi dan pilihan-pilihan lain dalam menghadapi masalah ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini