"Karena ada jembatan yang lama, dan beban yang melewati jembatan itu semakin hari semakin padat, selayaknya ada audit menyeluruh agar lebih safety lagi," ujar Setyo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 18 April 2018.
Tidak hanya itu, Setyo juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) segera mengambil langkah entah itu memperbaiki atau membuat jembatan alternatif sementara. Mengingat, sebentar lagi akan menghadapi momen mudik Ramadan.
Hal serupa diungkapkan oleh Anggota Komisi V DPR RI, Yoseph Umarhadi, menurutnya Kemen PUPR harus memperketat pengawasan terhadap jembatan di Indonesia. Politikus PDIP itu mengimbau kepada lembaga pimpinan Basuki Hadimuljono tak hanya melakukan pengontrolan terhadap infrastruktur yang sedang dibangun saja, tapi juga melakukan perawatan aset-aset yang dibangun melalui kas negara.

“Dengan adanya banyak kecelakaan konstruksi itu, kita tugaskan kepada kementrian agar lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan, tidak hanya yang masih berlangsung, tapi juga aset-aset yang sudah ada,” kata Yoseph saat dihubungi, Rabu (18/4).
(Baca juga: Jembatan Babat Roboh, Bamsoet Minta Komisi V DPR Panggil Kemen PUPR)
Dia menambahkan, dengan melihat perkembangan ekonomi yang kian begitu pesat, maka harus diperhatikan akses jalur transportasi darat dipastikan jalurnya aman ketika dilintasi kendaraan berat. Sebab, ke depannya ia melihat banyak perusahaan yang memilih jalur darat untuk mengirim barang produksinya.
Menhub Budi Karya Sumadi mengaku perihatin atas robohnya Jembatan Babat. Dia menegaskan, pihaknya akan melakukan identifikasi atas insiden ini. Sementara itu, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk jalur alternatif masyarakat di sana.

Sementara, Direktur Pembangunan Jalan Kemenhub, Gani Ghazaly menambahkan, robohnya jembatan tersebut diduga karena sudah termakan usia. Selama 30 tahun jembatan tersebut belum diganti dan diperkuat.
"Nanti kami akan melihat dulu apa yang terjadi dan cara memperbaikinya," katanya.