nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Korsel: Korut Ingin Denuklirisasi Tanpa Syarat

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 19:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 19 18 1888889 presiden-korsel-korut-ingin-denuklirisasi-tanpa-syarat-PqpTcumOpp.JPG Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, menyebut Korut menyampaikan keinginan untuk denuklirisasi tanpa syarat (Foto: Luong Thai Linh/Reuters)

SEOUL – Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in mengatakan, Korea Utara (Korut) sudah mengungkapkan keinginannya untuk ‘denuklirisasi penuh’ di Semenanjung Korea. Pria kelahiran Geoje itu memastikan Korea Utara tidak mengajukan syarat apa pun terkait denuklirisasi tersebut.

Moon Jae-in menuturkan, gambaran besar mengenai normalisasi hubungan kedua Korea dan Amerika Serikat (AS) sesungguhnya tidak sulit dicapai lewat KTT Antar-Korea dan pertemuan AS dengan Korut. Namun, ia kembali menegaskan bahwa apa yang Korut cari adalah jaminan keamanan.

“Korea Utara menyatakan keinginan untuk denuklirisasi seutuhnya. Mereka tidak menyertakan syarat apa pun yang tidak bisa diterima AS, seperti penarikan pasukan dari Korea Selatan,” ujar Presiden Moon Jae-in, mengutip dari Reuters, Kamis (19/4/2018).

“Yang mereka inginkan adalah berakhirnya kebijakan bermusuhan terhadap Korea Utara, yang diikuti dengan jaminan keamanan,” imbuh pria berusia 64 tahun itu.

BACA JUGA: Korut dan Korsel Sepakat KTT Antar-Korea Akan Digelar pada 27 April

BACA JUGA: Korsel-Korut Sepakat KTT Antar-Korea Disiarkan Langsung Televisi 

Pertama Kalinya, Kim Jong Un Terima Kunjungan Delegasi Khusus Presiden Korsel

Moon optimis terkait kemungkinan adanya pakta perdamaian, atau bantuan internasional untuk perekonomian Korut, jika Pyongyang sepakat untuk denuklirisasi. Ia mengingatkan bahwa ada banyak kendala, salah satunya kemajuan KTT Antar-Korea pasti akan berpengaruh pada pertemuan Korut dengan AS, serta tidak bisa mencapai perjanjian yang mengubah sanksi internasional.

“KTT Antar-Korea harus menjadi awalan yang bagus, dan dialog antarkedua Korea harus berlanjut setelah kita melihat hasil-hasil dari pertemuan AS dengan Korut,” tukas Ketua Partai Demokratik itu.

BACA JUGA: Korsel-Korut Akan Umumkan Berakhirnya Perang di KTT Antar-Korea

BACA JUGA: AS-Korsel Pertimbangkan Tanda Tangani Perjanjian Damai dengan Korut 

Sebagaimana diberitakan, Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih dalam keadaan berperang. Sebab, Perang Korea 1950-1953 hanya diakhiri dengan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani oleh Korea Utara, China, dan AS, sementara Korea Selatan tidak ikut serta.

Korea Utara terus didesak untuk melakukan denuklirisasi, tetapi meminta jaminan seperti penarikan pasukan AS yang berjumlah 28.500 orang. Negeri serba tertutup itu juga kukuh mempertahankan program nuklir dan rudal balistiknya dengan alasan untuk membela diri dari serangan penjajah, dalam hal ini Amerika Serikat.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini