JAKARTA - Sebagian wilayah Banjarnegara diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan 4,4 skala richter (SR). Gempa berpusat pada kedalaman 4 kilometer pada jarak 52 kilometer utara Kebumen pada Rabu 18 April lalu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. BMKG melaporkan lokasi pusat gempa berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, bahwa penyebab gempa bumi yang terjadi di Banjarnegara itu dikarenakan adanya aktivitas sesar aktif.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya yang sangat dangkal tampak bahwa gempabumi ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Dwikorita di kantor BMKG, Jalan Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).
Mantan Rektor UGM ini melanjutkan, berdasarkan hasil analisis mekanisme pihak BMKG, menunjukkan bahwa sesar lokal tersebut belumlah teridentifikasi di dalam sumber bahaya dan gempa bumi (2017).

“Ini patahan baru saja teridentifikasi dan menambah baru patahan yang aktif,” paparnya.
Selanjutnya, sambung dia, menurut model peta tingkat guncangan (shakemap) guncangan terbesar terjadi di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara dengan skala II SIG BMKG (IV-V MMI).
“Artinya getaran dirasakan oleh semua penduduk, gerabah pecah barang-barang terpelanting dan bangun kontruksi lemah bisa mengalami kerusakan,” ucapnya.

Gempa itu pun menyebabkan tiga orang tewas. Tiga orang tersebut tewas akibat tertimbun material bangunan yang roboh terdampak gempa. Ketiga korban meninggal di antaranya :
1. Asep (13), pelajar, warga Desa Kasinoman Kecamatan Kalibening Banjarnegara
2. Asri (100), petani, warga Dusun Bakalan Desa Kertosari RT 3/2, Kecamatan Kalibening Banjarnegara (meninggal saat dirawat di RSUD Banjarnegara)
3. Sumardi (80) warga Desa Kertosari Kecamatan Kalibening Banjarnegara

Selain itu, kerusakan rumah rusak akibat gempa tercatat sebanyak 316 unit yang tersebar di Desa Kasinoman 217 unit rumah, Desa Kertosari sebanyak 62 unit rumah dan Desa Plorengan 37 unit rumah.
Bangunan umum yang rusak meliputi masjid di Desa Plorengan 1 unit, masjid di Desa Kertosari 1 unit, masjid di Desa Kasinoman 1 unit, mushola di Desa Kasinoman 1 unit dan gedung SMKN 2 Kalibening.