nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah India Setujui Hukuman Mati Bagi Pelaku Perkosaan Anak

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 21 April 2018 21:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 21 18 1889793 pemerintah-india-setujui-hukuman-mati-bagi-pelaku-perkosaan-anak-VX3t2zncGd.jpg Foto: EPA.

NEW DELHI – Kabinet India menyetujui penerapan hukuman mati bagi pelaku yang didakwa memerkosa anak berusia di bawah 12 tahun setelah munculnya kemarahan di kalangan masyarakat atas serangkaian kasus perkosaan dan pembunuhan dengan korban anak-anak.

Demonstrasi yang muncul di seluruh negeri muncul setelah detail mengenai pembunuhan gadis Muslim oleh beberapa pemuda Hindu bulan lalu telah meningkatkan tekanan kepada pemerintah untuk mengambil tindakan terkait kejahatan seksual.

Diwartakan Reuters, Sabtu (21/4/2018), dalam pertemuan darurat yang disebut oleh Perdana Menteri Narendra Modi, kabinet mengeluarkan perintah eksekutif, atau tata cara, untuk mengubah hukum pidana agar memasukkan juga hukuman yang lebih keras untuk terpidana pemerkosa perempuan di bawah usia 16 tahun.

BACA JUGA: Menteri India Serukan Hukuman Mati Bagi Pemerkosa Anak

Kekerasan seksual terhadap perempuan adalah masalah politik yang sangat berat di India, di mana demonstrasi terus terjadi terkait kekerasan yang mengakar terhadap perempuan dan kegagalan untuk melindungi mereka.

Undang-undang India memiliki hukuman mati bagi kasus-kasus paling serius seperti pembunuhan brutal atau serangan teroris. Tetapi, vonis tersebut jarang dijatuhkan dan seringkali ditolak oleh pengadilan yang lebih tinggi.

Banyak kritik ditujukan pada pemerintahan Modi karena dianggap tidak melakukan upaya yang cukup untuk melindungi para wanita. Kritik tersebut memberikan tekanan pada partai nasionalis Hindu, Partai Bharatiya Janata (BJP) menjelang pemilihan umum india yang akan diadakan tahun depan.

Menteri perempuan India pekan lalu menyerukan hukuman mati dalam kasus pemerkosaan anak-anak di tengah tuduhan kelompok-kelompok oposisi bahwa pemerintah nasionalis Hindu tidak bertindak atas perkosaan di distrik Kathua di Negara Bagian Jammu dan Kashmir. Korban dalam kasus tersebut adalah seorang gadis kecil Muslim dengan pelaku beberapa pria Hindu.

"Saya sangat terganggu dengan kasus pemerkosaan di Kathua dan semua kasus perkosaan yang terjadi pada anak-anak,” kata Maneka Gandhi. Dia mengatakan, kementeriannya akan meminta perubahan pada POSCO sehingga hukuman mati pada pelaku perkosaan anak berusia di bawah 12 tahun.

Mereka yang menentang langkah tersebut sebelumnya telah menyatakan kekhawatiran bahwa membuat perkosaan sebagai pelanggaran berat dapat membuat pelakunya lebih mungkin untuk membunuh korban untuk mengurangi kemungkinan tertangkap.

BACA JUGA: Gadis 7 Tahun Diperkosa dan Dibunuh di Sebuah Pernikahan di India

Gadis Muslim di Kathua berulang kali diperkosa saat ditahan selama lima hari di sebuah kuil Hindu.

Pemerintah telah menghadapi kritik atas pembunuhan gadis itu dan perkosaan seorang wanita berusia 17 tahun di Uttar Pradesh di mana seorang anggota parlemen dari partai berkuasa Bharatiya Janata telah ditahan.

Perkosaan di Uttar Pradesh terjadi tahun lalu tetapi baru mulai menjadi berita utama setelah korban mencoba membakar dirinya di luar kediaman menteri negara bagian akhir pekan lalu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini