JAKARTA - Pada tanggal 2 Mei merupakan hari yang spesial untuk mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan. Karena setiap tanggal itu kita biasa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sekaligus memperingati hari lahir Ki Hajar Dewantara yang dijuga dikenal sebagai pahlawan pelopor pendidikan di Indonesia.
Berbagai gagasan dan pandangan Ki Hajar Dewantara itu juga relevan sebagai acuan pembangunan pendidikan nasional di era milenial ini. Di antaranya, 'Panca Dharma', yaitu pendidikan perlu beralaskan lima dasar, meliputi kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.
'Kon-3', yakni bahwa penyelenggaraan pendidikan harus berdasarkan asas komunitas, konvergensi, dan konsentris. Serta 'Tri Pusat Pendidikan', yang menerangkan bahwa pendidikan berlangsung di tiga lingkungan, baik di keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Tri Pusat Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diterima anak ada dalam pergaulan di tiga lingkungan, yaitu: lingkungan keluarga, lingkungan perguruan, dan lingkungan masyarakat. Lingkungan perguruan yang dimaksud adalah pendidikan formal sekolah atau madrasah yaitu SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, serta SMK/MAK.
Setiap lingkungan tersebut mempunyai peran yang sangat penting dalam mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian anak. Sejalan dengan pembentukan karakter peserta didik, maka Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah memberikan sekitar 2.000 modul PPK untuk guru. Semua modul tersebut dikembangkan sesuai dengan lima nilai utama karakter prioritas dalam Pengembangan Pendidikan Karakter, yaitu religius, nasionalis, integritas, gotong-royong, dan mandiri.