nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atur TKA, Ijeck Tawarkan Rancangan Perda Ketenagakerjaan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 03 Mei 2018 00:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 02 340 1893838 atur-tka-ijeck-tawarkan-rancangan-perda-ketenagakerjaan-V6dbGezQ3p.jpg Foto: Tarmizi Harva/Ist

MEDAN - Tokoh muda Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Ijeck) melemparkan wacana pembentukan Peraturan Daerah (perda) Ketenagakerjaan di Sumatera Utara (Sumut). Perda itu dinilai sangat dbutuhkan untuk mengatasi persoalan perburuhan yang selama ini masih jauh dari kesejahteraan.

"Selama ini kan belum ada aturan di daerah ini, yang khusus mengatur tentang perburuhan dan ketenagakerjaan. Padahal, perda ini penting untuk mengakomodir semua kepentingan antara buruh dan pelaku usaha. Tenaga Kerja Asing di Sumut ini kan perlu juga diatur dalam Perda. Dalam kalau saya terpilih nanti, ini yang akan kita dorong ke parlemen (DPRD Sumut)," kata Ijeck yang kini tengah mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur Sumut bersama mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi, Rabu (5/2/2018).

Ijeck mengatakan, setiap 1 Mei, elemen buruh memperingati Hari Buruh Internasional, termasuk buruh di Sumut. Namun, sejauh ini pemerintah terkesan abai dengan tuntutan yang disampaikan para buruh itu.

"Kita sangat prihatin dengan kondisi itu. Sebagai seorang berlatarbelakang pengusaha, saya cukup memahami persoalan ketenagakerjaan ini. Soal kerja kontrak, upah tak laik sampai pada jaminan kesehatan pekerja lokal yang banyak tak ter-cover perusahaan. Tentulah saya ingin sekali menampung pekerja-pekerja lokal kita. Tapi itu tak mungkin karena saya juga punya keterbatasan," ujarnya.

Sementara terkait tenaga kerja asing (TKA), kata Ijeck, harus diatur sedemikian rupa agar tidak justru menutup peluang kerja bagi buruh dan pekerja lokal. Ia pun berencana akan menambah jumlah tenaga pengawas pekerja asing ini, jika terpilih di Pilgub Sumut pada 27 Juni 2018 mendatang.

"Kita jangan suka mengimpor-ngimpor lah. Dosen impor, tenaga kerja kasar impor. Mau jadi apa Sumut ini kalau potensi kita tidak kita berdayakan," tukasnya. (erh)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini