Sementara itu, Humas PDAM Tirta Bhagasasi, Ahmad Fauzi menuturkan, ke depan pihaknya akan melakukan komunikasi dengan warga yang menjadi konsumen secara intens. Ia juga mengimbau, jika terdapat keluhan sebaiknya warga langsung melayangkan aduan ke PDAM Tirta Bhagasasi cabang Rawalumbu. Hal ini dikarenakan lokasi PDAM yang secara teknis berada di wilayah Rawalumbu.
"Makanya tadi juga di pertemuan dihadiri Kacab Rawalumbu. Ke depannya akan siap menerima informasi atau pun keluhan dari warga, terkait dengan air keruh, limbah atau sedimentasi. Intinya kita akan terus berkomunikasi dengan warga Rawalumbu," katanya.
Menurutnya, warga yang menghadiri pertemuan sudah mendapat penjelasan terkait penyebab masalah air keruh, sedimentasi dan juga genset. Seluruh masalah tersebut untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh pihak PDAM.
"Jadi tadi dijelaskan, bahwa Rawalumbu ini salah satu wilayah yang dikembangkan oleh Perumnas, baik jaringan dan lainnya. Mungkin kalau untuk di kita akan mengadakan rehab jaringan di wilayah tersebut," paparnya.
Dalam hal ini, lanjut Fauzi, pihaknya akan melakukan pemetaan untuk mengetahui titik-titik mana saja yang mengalami imbas air keruh, untuk selanjutnya diberikan penanganan yang tepat. Disinggung soal lambannya penanganan dari pihak PDAM, Fauzi pun menampik. Ia berdalih dua keluhan yang dilayangkan warga pada 2015-2017 lalu, hanya berupa pengaduan dan tidak berbentuk surat. Sementara untuk keluhan kali ketiga, barulah warga melayangkan dalam bentuk surat, tepatnya pada 19 April 2018 lalu.
"Kita tidak mengabaikan surat, tapi itu kan melalui proses dulu. Surat ketiga kami terima tanggal 23 April dari cabang Rawalumbu. Itu harus diproses dulu ke pimpinan, sampai akhirnya saya terima," ujarnya.
"Artinya saya sebagai bagian humas, kita mempunyai inisiatif mempertemukan antara kedua belah pihak. Dan itu menjadi jawaban kita atas keluhan warga," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)