JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menagih komitmen Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dalam pengusutan perkara dugaan korupsi pengadaan Heli Augusta Westland (AW-101). Sebab, pengusutan kasus ini lintas lembaga melibatkan KPK dan TNI.
"Kami berharap agar komitmen bersama antara KPK dan Panglima TNI beserta jajaran tetap kuat untuk pemberantasan korupsi, termasuk penyelesaian kasus ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (7/5/2018).
Menurut Febri, pengusutan dugaan korupsi Heli AW sudah berjalan sejak 2017. Namun memang, KPK memerlukan bantuan TNI untuk mengusut keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus tersebut.
"Penanganan perkara lintas yuridiksi institusi sipil dan militer ini memang membutuhkan komitmen yang sama-sama kuat, baik KPK, Panglima TNI dan BPK," terangnya.
Sebagaimana harapan tersebut diungkapkan Febri menyusul mangkirnya empat orang saksi dari perwira TNI yang rencananya akan diperiksa pada hari ini di POM TNI Cilangkap, Jakarta Timur.