ALOR - Bentangan pulau dari Sabang sampai Merauke terhampar luas di bumi Nusantara. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, termasuk para guru. Ya, guru bisa dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, namun memiliki peranan vital dalam mencerdaskan anak bangsa. Pendidikan sejatinya penting disebarkan secara merata dari Sabang sampai Merauke, bahkan ke pelosok desa terpencil sekalipun.
Oleh karenanya, dalam rangka mewujudkan anak bangsa yang cerdas, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melaksanakan program Guru Garis Depan (GGD), yang bertugas memberi perubahan sekaligus kemajuan dalam hal pola pikir anak bangsa di wilayah terpencil bumi Indonesia.
Seperti yang dialami Arif Darmadiansyah, tenaga GGD asal Wonogiri, Jawa Tengah ini mengemban tugas mendidik anak-anak di wilayah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengajar di SMAN Probur, Alor, Arif sama sekali tak gentar menyusuri jalan terjal demi suatu misi yang mulia yakni mencerdaskan anak bangsa.
"GGD mungkin memang perjuangan luar biasa namun ini bentuk pengabdianku kepada negara. Ceria mereka adalah kebahagianku, kami belajar dan tertawa bersama dalam membangun masa depan. Keterbatasan ini menjadi tantanganku. Tiadanya kemewahan sarana pendidikan, minimnya media pembelajaran dan pola belajar yang konvensional," ucap Arif mengawali pembicaraan.