Dengan segenap keterbatasan infrastruktur di sana, Arif menolak gentar. Perubahan ia lakukan agar pendidikan terus maju di sekolah garis depan.
"Aku hari ini melakukan terobosan agar semangat belajar mereka kembali merekah. Yang kubuthkan adalah komitemn tinggi untuk jadi kreatif, inspiratif dan inovatif bersama mereka. Mimpiku adalah melihat mimpi mereka terwujud. Di sini ragaku berada, maka di sini pula jiwaku menancap tegak di bumi Alor NTT," tuturnya.
Pria berkacamata ini tidak peduli dengan perbedaan suku yang ada. Menurutnya, mereka adalah satu, yakni Indonesia. "Jiwa Indonesia ada di sini, Indonesia dengan pribadi berkarakter mulia, suka membantu sesama saling bergotong royong, mandiri dan bekerja keras," kata Arif.
"Aku adalah duta pendidikan yang ikut menjaga toleransi dalam keberagaman demi membawa pesan perubahan dan perbaikan. Aku guru garis depan siap mencerdaskan anak bangsa di garis paling depan Indonesia," demikian Arif menandaskan.