nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Somalia Dirajam Sampai Tewas Karena Miliki 11 Suami

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 10 Mei 2018 15:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 10 18 1896713 perempuan-somalia-dirajam-sampai-tewas-karena-miliki-11-suami-5JDNbiuEd8.jpg Al Shabaab. (Foto: AFP)

MOGADISHU – Seorang perempuan di Somalia dirajam dengan batu sampai tewas setelah pengadilan yang dilakukan kelompok militan Al Shabaab menyatakan dia bersalah karena memiliki beberapa suami. Shukri Abdullah Warsame dituduh menikahi 11 kali tanpa menceraikan suami-suaminya sebelumnya.

Berdasarkan keterangan penduduk Kota Sablale, tubuh Shukri dibenamkan hingga lehernya sebelum dia dilempari dengan batu sampai tewas oleh para militan Al Shabaab.

Kelompok Al Shabaab menganut interpretasi mereka terkait hukum syariah. Mereka menguasai bagian besar wilayah di Somalia dan seringkali melakukan serangan dan penyerbuan sebagai upaya untuk menggulingkan pemerintah Somalia di Mogadishu.

BACA JUGA: Diserang Mendadak, Somalia Kehilangan 24 Tentara Penjaga Perdamaian

"Shukri Abdullahi dan sembilan suami, termasuk suami resminya, dibawa ke pengadilan, masing-masing mengatakan dia adalah istrinya,” kata Gubernur Al Shabaab untuk Daerah Shabelle Bawah, Mohamed Abu Usama kepada Reuters, seperti dilansir BBC, Kamis (10/5/2018).

Poliandri atau perempuan yang memiliki lebih dari satu suami adalah hal dilarang dalam Islam.

Perceraian diperbolehkan untuk kedua pasangan tetapi sementara pria diperbolehkan berpisah dari istri mereka, wanita harus mendapat persetujuan suami. Jika ditolak, dia bisa pergi ke pengadilan agama untuk mendapatkan persetujuan.

Media milik Al Shabaab menyebutkan bahwa Shukri dalam keadaan sangat sehat dan mengaku bersalah atas tuduhan tersebut saat dia datang ke pengadilan di Sablale, 200 kilometer dari Mogadishu.

Menurut , Mowliid Haji Abdi dari BBC Somalia, perceraian merupakan hal yang biasa terjadi di Somalia tetapi detail dari kasus ini tidak biasa.

Para militan dikenal untuk menjatuhkan hukuman fisik yang keras untuk apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran agama.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini