JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mendatangi Markas Korps Brimob (Mako Brimob) untuk mengecek langsung proses penanganan kerusuhan narapidana (napi) teroris. Sebanyak 156 napi teroris menyandera 9 anggota Polri, 5 orang gugur, sedangkan 5 orang berhasil selamat.
Wiranto mengatakan, para pelaku yang dihadapi adalah napi yang seharusnya sadar dan insaf, namun malah melakukan kekejaman, penyanderaan hingga membunuh polisi. Menurut Wiranto, apa yang dilakukan oleh napi teroris di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob itu sudah diluar nalar.
(Baca juga: Wakapolri: Penyanderaan di Mako Brimob Dilakukan 156 Napi Teroris!)
“Di luar batas kemanusiaan. Mereka lakukan aksi menyandera, merampas, menyiksa bahkan membunuh aparat kemanan yang bertugas,” kata Wiranto di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018).
Selanjutnya kata Wiranto, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menekankan pentingnya bersikap tegas terhadap teroris, tanpa pandang bulu.

“Melalui rakor yuang kita lakukan, maka direncakan serbuan untuk melucuti para teroris yang sudah kita kepung dan isolasi. Namun, tentunya sesuai SOP internasional, maka aparat Kemananan sebelum menindak, tapi memberi ultimatum. Jadi kita bukan bernegosiasi, tapi berikan ultimatum. Kita menyerah atau ambil resiko. Ultimatum. Tentu dengan batas waktu tertentu,” kata Wiranto.
Dalam kerusuhan ini, sebanyak 156 narapidana (napi) teroris melakukan penyanderan terhadap 9 anggota Polri. Penyanderaan dilakukan oleh 156 tahanan terhadap 9 Anggota Polri.
Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, dari 9 orang tahanan tersebut, 5 anggota Polri gugur, sedangkan 4 orang lainnya berhasil keluar dalam kondisi luka-luka.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.