Mengenang korban Tragedi Trisakti (Antara)
Suasana makin panas. Mahasiswa tak mau mundur selangkah pun meski yang dihadapinya wajah-wajah sangar alat-alat negara yang bersenjata. Negosiasi pun dilakukan dengan aparat. Akhirnya mahasiswa memilih mundur hingga masuk ke dalam kampus.
Namun, tiba-tiba suara tembakan terdengar dari seberang jalan depan kampus Trisakti. Tembakan aparat berseragam diarahkan ke mahasiswa secara membabi buta. Mahasiswa juga diserang dengan pukulan dan tendangan.
"Pas lagi jalan mundur ke gerbang jarak 5 sampai 10 menit ditembakin oleh mereka yang berseragam, kondisi kacau balau. Mahasiswa balas lempar batu, ditembakin membabi buta, rusuh sekitar 20 menit," kenang Haris Azhar, mahasiswa Universitas Trisakti kala itu.
"15 menit kemudian dapat kabar ada yang ketembak, yang luka banyak, yang meninggal empat, sampai saat ini para saksi mata juga masih hidup," ujar Haris yang kini konsen memperjuangkan isu-isu HAM.
Bentrokan antara pihak jajaran aparat berseragam dengan mahasiswa tersebut akhirnya mereda setelah selang hampir sekira setengah jam. Para korban yang terkena tembak dan pukul dibawa ke rumah sakit. Tiga di antaranya meninggal di tempat, satu lagi saat dibawa ke RS.