JAKARTA - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS) Surakarta, Jawa Tengah mengutuk keras pelaku bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja Surabaya. Setidaknya, ada sebanyak 13 orang tewas dan 43 orang dikabarkan luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Ketua Umum Pengurus IKA UNS Pusat, Budi Harto, mengatakan serangan serangan bom yang terjadi secara hampir bersamaan itu merupakan tindakan diluar batas kemanusiaan, dan tidak pernah dibenarkan oleh agama manapun.
"Mendukung aparat keamanan segera mengusut tuntas kejadian serangan bom tersebut dan menangkap serta mengadili pelaku dan dalang dibaliknya," kata Budi dalam keterangannya yang diterima Okezone, Senin (14/5/2018).
(Baca juga: RUU Anti-Terorisme Mandek, Kapolri Minta Jokowi Keluarkan Perppu)
