Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Patung-Patung Unik dan Bersejarah Penghias Ibu Kota

Fadel Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 19 Mei 2018 |09:03 WIB
Cerita Patung-Patung Unik dan Bersejarah Penghias Ibu Kota
Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta Pusat (Fadel Prayoga/Okezone)
A
A
A

BUNDARAN Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, tampak ramai dengan lalu-lalang kendaraan dan aktivitas warga yang bersantai, menikmati keindahan kota dan asrinya taman yang mengelilingi air mancur. Di tengahnya berdiri patung berbentuk sepasang manusia melambaikan tangan di atas landasan setinggi 10 meter.

Kamis malam lalu, seperti biasa Patung Selamat Datang yang menjulang di tengah gedung-gedung pencakar langit bermandikan cahaya. Bundaran HI makin cantik usai didandani untuk menyambut Asian Games 2018 yang dihelat di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. Patung Selamat Datang menjadi ikon Ibu Kota sekaligus saksi sejarah Asian Games di Indonesia.

Ketua Asosiasi Pematung Indonesia (API), Arsono, menjelaskan bahwa Patung Selamat Datang dibangun oleh Presiden Soekarno saat Indonesia pertama kali dipercaya jadi tuan rumah Asian Games pada 1962. “Beliau membuat patung itu untuk memperingati atau menandai sejarah,” kata Arsono kepada Okezone.

Patung Selamat Datang merupakan karya Edhi Sunarso, pematung kepercayaan Bung Karno. Patung berbentuk sepasang muda-mudi yang melambai tangan –wanitanya memegang bunga– itu didirikan sekaligus untuk menyambut para kontingen, atlet, serta tamu negara sebagai simbol memberi salam.

Patung Selamat Datang (Okezone)

Saat itu Bundaran HI pintu gerbang masuk Ibu Kota setelah tiba di Bandara Kemayoran dan keberadaannya tak jauh dari Senayan yang jadi pusat perhelatan Asian Games. Dinamakan Bundaran HI karena letaknya dekat Hotel Indonesia, hotel bintang lima pertama di Indonesia yang diresmikan Soekarno pada 5 Agustus 1962.

Para kontingen Asian Games dan tamu negara kala itu masuk ke Indonesia melalui Bandara Kemayoran lalu dibawa ke Hotel Indonesia sebagai pusat penginapan. Saat itulah mereka disambut Patung Selamat Datang yang menghadap ke utara.

Patung tersebut dikerjakan oleh tim pematung dari keluarga arca pimpinan Edhi Sunarso setelah dirancang Henk Ngantung, pelukis sekaligus gubernur Jakarta saat itu. Penggagasnya Soekarno.

Patung berbahan perunggu itu berdiri di atas tugu setinggi 10 meter. Tinggi patung dari kepala sampai kaki 5 meter, sementara tinggi keseluruhan sampai ujung tangan mencapai 7 meter. Patung tersebut diresmikan Soekarno pada 1962.

Patung Pahlawan atau Tugu Tani, Jakarta Pusat (Fadel/Okezone)

Jakarta sebagai Ibu Kota negara memiliki banyak patung unik, bersejarah dan ikonik. Kemunculan patung-patung di Jakarta tak bisa lepas dari Soekarno. Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia ini memiliki daya tarik tinggi terhadap seni termasuk patung. Maka, Soekarno pun suka membangun patung-patung yang sekaligus untuk memperlihatkan kemegahan Indonesia di mata dunia.

Patung Irian Barat

Menyusul Patung Selamat Datang di Bundaran HI, turut berdiri juga Patung Dirgantara di Pancoran, Jakarta Selatan; dan Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Arsono menyebutkan bahwa ketiga patung tersebut dibangun hampir bersamaan.

Patung Pembebasan Irian Barat (Fadel/Okezone)

Patung Pembebasan Irian Barat dibangun ketika Indonesia sedang merebut wilayah Irian Barat –sekarang Papua– dari penjajah Belanda. Cikal bakal terciptanya patung itu ketika Soekarno berpidato di Yogyakarta untuk membangkitkan semangat rakyat Indonesia agar terus berjuang.

Henk Ngantung menerjemahkan omongan Bung Karno dalam bentuk sketsa lalu dieksekusi Edhi Sunarso. Dalam setahun berdirilah patung perunggu setinggi 11 meter dengan bobot 8 ton di Lapangan Banteng. Patung itu diresmikan Soekarno pada 17 Agustus 1963.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement