Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Patung-Patung Unik dan Bersejarah Penghias Ibu Kota

Fadel Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 19 Mei 2018 |09:03 WIB
Cerita Patung-Patung Unik dan Bersejarah Penghias Ibu Kota
Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta Pusat (Fadel Prayoga/Okezone)
A
A
A

Patung Dirgantara

Kemudian Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan sebutan Patung Pancoran. Patung yang berdiri di Jalan Gatot Subroto, dekat Markas Besar Angkatan Udara, ini tampak unik karena berbentuk manusia angkasa dan melengkung.

Monumen itu dibangun Soekarno sebagai penanda Bumi Pertiwi memiliki kekuatan Angkatan Udara yang mumpuni serta menggambarkan semangat keberanian menjelajah angkasa. Patung Pancoran menghadap ke Bandara Kemayoran. 

Patung perunggu setinggi 11 meter dan berat 11 ton itu diprakarsai Soekarno dan dikerjakan pematung kesayangannya, Edhi Sunarso, dengan melibatkan pemahat dari Yogyakarta. Pembuatannya sempat molor dari target karena ada peristiwa 30 September 1965, bahkan terbengkalai karena kekurangan dana. Soekarno pun menjual mobil pribadinya untuk mendanai pembangunan.

Patung Dirgantara (Arif/Okezone)

Patung Dirgantara kelar pada akhir 1966, tapi Sang Proklamator sudah lengser dari jabatan presiden, digantikan Orde Baru di bawah kendali Soeharto. Patung Dirgantara pun tak pernah diresmikan hingga kini.

Patung Kuda

Patung unik lainnya ada di antara Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Namanya Arjuna Wijaya atau lebih kesohor dengan Patung Kuda. Ihwal pembuatannya dari kisah Perang Baratayuda yang dimenangkan Arjuna. Jadilah patung menggambarkan Arjuna dengan kereta yang ditarik segerombolan kuda.

Patung dibuat maestro asal Tabanan, Bali, Nyoman Nuarta, dibangun pada 1987 dan mengandung filosofi kepemimpinan yang sesuai alam semesta serta penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Patung Arjuna Wijaya (Fadel/Okezone)

Patung Sudirman dan MH Thamrin

Di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, juga berdiri patung Sang Jenderal Besar. Patung Jenderal Sudirman dibangun pada 1999 dan diresmikan empat tahun kemudian sebagai penghargaan atas jasa-jasanya serta simbol semangat bangsa Indonesia.

Kemudian ada patung Mohammad Husni Thamrin di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Patung itu dibangun sebagai penghormatan kepada jasa MH Thamrin, pahlawan Betawi, tepatnya dari Sawah Besar.

Patung Jenderal Sudirman (Istimewa)

Thamrin adalah pentolan Kaoem Betawi dan Parindra serta pribumi pertama yang menjadi anggota Dewan ‎Rakyat (Volksraad) di Hindia Belanda, mewakili Kelompok Inlanders.

Dosen Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Budi L Tobing, mengatakan bahwa patung ini dibangun bukan hanya untuk monumen, simbol sejarah, perjuangan, apresiasi, dan keindahan. “Patung itu juga untuk mempercantik kota.”

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement