"S bertanya kepada pemberi berita pertama, benar atau tidak berita itu. Oke nanti saya cek dulu," ujar Damai mengulang perkataan pelaku.
"Setelah di cek, dapatlah itu screenshoot. Nah disampaikan lagi, ini loh jangan-jangan ini tidak benar. Jadi ini masih internal, belum keluar," katanya lagi meniru ucapan pelaku.
Damai merasa ada pihak luar yang sengaja ingin menjatuhkahkan S. Soal siapa sebenarnya sosok di balik penyebar sesungguhnya, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepadanya.
(Baca Juga: Polisi Tangkap Penyebar Hoax yang Viral di Bekasi)
"Jadi harusnya yang keluar dan siapa yang rugi dalam grup tersebut. Ini yang kita tidak jelas. Tapi kalau dari grup, tidak mungkin. Entah ada intel masuk ke grup tersebut, kita tidak tahu. Tunggu saja penyelidikan selanjutnya," paparnya.