Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Malaysia Buka Kembali Penyelidikan Kasus Pembunuhan Model Mongolia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 22 Juni 2018 |17:15 WIB
Malaysia Buka Kembali Penyelidikan Kasus Pembunuhan Model Mongolia
Altantuya Shariibuu. (Foto: The Times)
A
A
A

KUALA LUMPUR – Kepolisian Malaysia membuka kembali penyelidikan pembunuhan mengerikan model asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu yang terjadi pada 2006. Pembunuhan tersebut telah dikaitkan dengan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.

Altantuya ditembak mati dan jasadnya diledakkan dengan peledak militer di sebuah hutan di Shah Alam, Malaysia. Kematian Altantuya diduga berkaitan dengan skandal korupsi pembelian kapal selam Prancis pada 2002 yang disebut-sebut melibatkan mantan Perdana Menteri Najib Razak yang saat itu menjabat sebagai menteri pertahanan.

Altantuya yang menjalin hubungan dengan Abdul Razak Baginda, seorang analis pertahanan Malaysia yang dekat dengan Najib berperan sebagai penerjemah dalam proses pembelian kapal selam tersebut.

BACA JUGA: Fakta-Fakta Seputar Altantuya Shariibuu dan Pembunuhan yang Hantui Najib Razak

Setelah Najib Razak terdepak dari kursi perdana menteri dalam pemilihan umum bulan lalu, banyak pihak meminta penyelidikan pembunuhan Altantuya untuk dibuka kembali. Permohonan terutama disampaikan oleh Presiden Mongolia, Khaltmaagiin Battulga dan ayah dari Altantuya yang bertemu dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad pekan ini.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa kami membuka kembali penyelidikan," kata Kepala Kepolisian Malaysia, Mohamad Fuzi Harun sebagaimana dikutip The Star, Jumat (22/6/2018).

"Kami akan melakukan tugas kami tanpa rasa takut atau berpihak."

Kasus pembunuhan Altantuya telah menjadi perhatian publik Malaysia selama bertahun-tahun dan memunculkan dugaan bahwa Najib dan istrinya Rosmah Mansor terlibat dalam pembunuhan tersebut. Pasangan itu secara tegas membantah tuduhan tersebut.

BACA JUGA: Australia Bersedia Pulangkan Pembunuh Model Mongolia yang Dihubungkan dengan Najib Razak

Dua mantan anggota kepolisian Malaysia dihukum atas pembunuhan itu dan dijatuhi hukuman mati. Salah seorang tersangka, Sirul Azhar Umar melarikan diri ke Australia sebelum sempat dieksekusi. Dia ditahan di sana dan mengklaim bahwa dirinya diperintah oleh orang penting di Malaysia untuk menghabisi Altantuya.

Sirul baru-baru ini mengatakan, dia bersedia untuk membantu pemerintah baru Malaysia dalam penyelidikan kasus ini dan menimbulkan harapan terungkapnya fakta-fakta baru.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement