nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebut "Mudik seperti Neraka", Habiburokhman Kembali Dipolisikan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Sabtu 23 Juni 2018 20:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 23 340 1913205 sebut-mudik-seperti-neraka-habiburokhman-kembali-dipolisikan-6kIxjkdPdH.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Politisi Partai Gerindra, Habiburokhman kembali dipolisikan, kali ini Habibirokhman dilaporkan ke Polda Banten oleh sejumlah aktivis yang tergabung Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98).

Habiburokhman dilaporkan lantaran atas pernyataan 'Mudik tahun ini seperti neraka’ tertuang dalam nomer laporan TBL/193/VI/RES.2.5/2018/Banten/SPKT I tertanggal 21 Juni 2018.

“Kita sudah melaporkan masalah ini ke Polda Banten untuk melaporkan Habiburokhman,” Kata Sekjen Jari 98 Ferry Supriyadi melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (23/6/2018).

Menurut Ferry pernyataan Habiburokhman jelas sudah masuk dalam katagori menyebarkan berita bohong mengenai kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Merak pada H-2 mudik Lebaran 2018 hal itu telah melanggar pasal 14 ayat (1) atau (2) atau 15 UU RI No. 1 Tahun 1946. Pihaknya pun mengaku menyertakan barang bukti atas laporan tersebut.

“Pada H-2 lebaran, sepengamatan saya situasi kendaraan di Pelabuhan Merak tergolong ramai namun lancar tidak seperti yang diberitakan Sdr Habiburokhman yang menjadi Headline di sebuah media nasional yang berjudul ‘Politikus Gerindra: Mudik Tahun Ini Seperti Neraka’,” ucapnya.

 Mudik

Dari pernyataan tersebut, Ferry mengaku merasa sangat dirugikan, pasalnya pernyataan Habiburokhman tidak sesuai dengan di lokasi.

“Atas kejadian tersebut, saya merasa dirugikan karena pemberitahuan tersebut tidak sesuai dengan apa yang dilapangan dan kami laporkan kejadian ini ke SPKT Polda Banten,” lanjutnya.

Ferry menilai. jika hal ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin partai Gerindra akan menjadi partai gurem sebab tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Gerindra akan menurun.

“Gara-gara ulahnya, Partai Gerindra lama-lama bisa terdegradasi karena kepercayaan rakyat berpindah haluan. Ini sangat disayangkan sekali, harusnya dia (Habiburokhman) bisa menjaga diri untuk tidak melakukan kebohongan publik,” tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini