Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dibohongi Travel Umrah, Rombongan Jamaah Ditelantarkan di Makkah

Muhamad Rizky , Jurnalis-Rabu, 27 Juni 2018 |18:52 WIB
 Dibohongi Travel Umrah, Rombongan Jamaah Ditelantarkan di Makkah
Foto Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Di saat agenda umrah telah beranjak dari puncak keramaiannya di bulan Ramadan, Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah masih menerima aduan kasus penelantaran jamaah umrah. Setidaknya 13 orang jamaah umrah yang berasal dari Palembang, telah lima hari lebih lama tinggal di Makkah karena tidak mendapatkan tiket pulang. Beruntung jamaah yang rata-rata belum ada pengalaman perjalanan ke luar negeri ini masih didamping oleh tour leader-nya, hingga akhirnya rombongan jemaah tersebut dievakuasi ke wisma KUH KJRI Jeddah di wilayah Makkah tepat setelah batas kemampuan mereka tinggal di hotel.

Pemimpin perjalanan rombongan jamaah tersebut Mursydah Muhlis Marwah mengatakan, bahwa dari awal pemberangkatan travel ZZ yang mereka gunakan telah menampakkan gelagat kurang baik. Mulai dari penundaan agenda pemberangkatan hingga penambahan biaya diluar kesepakatan.

“Kita berangkat seharusnya terjadwal pada 28 Maret, dan ternyata beberapa kali ada penundaaan. Penundaan itu katanya karena urusan visa, katanya juga kekurangan biaya. Akhirnya kita dikenakan biaya tambahan. Visa kemudian keluar di akhir Ramadan, kemudian kita berangkat dengan uang tambahan tersebut 2 hari sebelum lebaran," kata Mursydah dalam keterangannya, Rabu (27/6/2018).

Menurut keterangan Mursydah, rombongan jamaah yang sebagian besar berusia lanjut tersebut diberangkatkan dari Palembang menuju ke Jeddah dengan rute 2 kali transit, di Jakarta dan di Kualalumpur. Setelah tiba di Jeddah, perjalanan berlanjut ke Madinah dan tinggal di kota nabi tersebut selama 2 hari. Setelah salat Id dan lebaran di Madinah agenda dilanjutkan ke Makkah dan rencananya tinggal selama 5 hari atau sampai tanggal 20 Juni. Namun permasalahan muncul setelah batas seharusnya mereka tinggal Makkah telah berakhir. Pihak travel menyatakan tidak dapat menyediakan tiket pulang karena lagi “Full”, kemudian menawarkan tiket untuk enam orang saja.

"Sampai pada batas kami tinggal di Makkah kemudian pihak travel menyatakan belum ada tiket untuk pulang. Katanya tiket full, kemudian kita dikasi tiket untuk tanggal 25 Juni. Itu pun hanya disediakan untuk 6 orang saja. Sedangkan jumlah jumlah jemaah ada 13 orang. Kemudian saya bilang tidak mau, kita tidak mau dipisah-pisah, karena jamaah kebanyakan sudah lanjut usia. Jadi saya maunya gabung saja, karena kasihan mereka belum ada pengalaman perjalanan luar negeri," kata Mursydah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement