
Untuk biaya hidup jamaah selama di Makkah, Mursyda mengaku menggunakan biaya dari kantong pribadi. Ia bahkan juga menalangi beberapa biaya ekstra yang dikenakan oleh pihak travel sejak awal keberangkatan.
“Untuk biaya pemberangkatan umrah ini kita dikenakan biaya paket Rp19 juta dari travel ZZ per paket, dan kemudian ada tambahan. Itu hanya paket umrah saja. Selama 4 hari setelah tanggal 20 Juni itu saya yang nanggung. Di Madinah saya sudah menyerahkan Rp20 juta kepada pihak travel karena minta tambahan katanya untuk tiket pulang. Travel minta tambahan Rp10 juta per jamaah, Tapi rata-rata mereka (jamaah) gak ngasi Rp10 juta, mereka ada yang ngasi Rp7 juta, ada yang Rp5 juta," tutur Mursyda.
Sejak mendapat laporan dari Nur, mukimin Makkah yang juga anggota satgas PWNI wilayah Makkah pada hari senin sore (25/6), Staf Teknis Haji (STH) 1 Ahmad Dumyathi Bashori menginstruksikan petugas wisma KUH Makkah untuk mengevakuasi.
Sebagai tindak lanjut untuk menangani kasus tersebut, Ahmad Dumyathi menugaskan divisi penanganan kasus jamaah umrah KUH KJRI. Selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada kementerian haji dan umrah bidang pengawasan umrah Ing. Abdul Aziz Damanhuri, bahwa ada 13 orang jamaah umrah WNI tidak dapat pulang karena persoalan tiket. Selama proses penyelesaian tersebut, KUH KJRI Jeddah juga berkoordinasi dengan Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah.