Saat ini status Gunung Agung masih berada di level III atau siaga. PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Agung baik pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.
Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.
Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.
Erupsi Gunung Agung (Antara)
Sebelum terjadi erupsi periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 Wita petugas PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Agung, Anwar Sidiq melaporkan adanya teramati sinar api diatas puncak kawah dan terlihat ada asap putih dengan intensitas tebal dengan tinggi 500 meter. Secara kegempaan ada embusan terjadi 11 kali dan tektonik jauh ada 2 kali. (sal)
(Erha Aprili Ramadhoni)