nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Media Malaysia Pertanyakan Najib Razak Tak Gunakan "Baju Oranye" saat Ditangkap

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 07:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 05 18 1918107 media-malaysia-pertanyakan-najib-razak-tak-gunakan-baju-oranye-saat-ditangkap-oCvbIP4GRA.jpg Mantan PM Malaysia, Najib Razak. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR – Penangkapan mantan perdana menteri Datuk Seri Najib Razak oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) –semacam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia– ditanggapi dengan pandangan berbeda-beda di sana.

Media Malaysia, yang selama Barisan Nasional memerintah lebih dari enam dekade terkekang, kini menghirup angin segar. Peristiwa penangkapan dan sidang dakwaan Najib Razak menjadi berita utama di berbagai media di Malaysia.

Di antara berita yang diangkat adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan publik tentang mengapa Najib Razak tidak mengenakan seragam khas tahanan SPRM ketika hadir di Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur pada Rabu 4 Juli 2018 untuk mendengarkan dakwaan.

Penyelidikan Lebih Lanjut

Najib mengenakan setelan jas biru gelap dengan kemeja putih, bukan "seragam" oranye lengkap dengan logo SPRM. Pakaian ini mirip dengan rompi tahanan KPK yang juga berwarna oranye.

Seorang pembaca di situs berita Malaysiakini yang menggunakan identitas Anonymous #59082512 menulis, "Ia harus diperlakukan secara adil seperti Rafizi dan lain-lain. Mengapa tidak ada oranye dan rolexs baginya?"

Pembaca ini mengacu pada wakil presiden Partai Keadilan Rakyat, Rafizi Ramli, ketika hadir di pengadilan dalam kasus dugaan pelanggaran Akta Rahasia Resmi pada 2016. Ketika itu muncul foto yang menunjukkan tangannya tampak diborgol.

Situs berita The Star Online coba memberikan penjelasan bahwa kaus tahanan kasus korupsi tersebut wajib digunakan jika tersangka ditahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam kasus Najib, lapor The Star Online, mantan orang nomor 1 di Malaysia selama sekira sembilan tahun itu hanya ditahan semalam pada Selasa 3 Juli dan keesokan harinya dihadirkan ke pengadilan untuk dikenai dakwaan.

'Jangan Meneteskan Air Mata'

Dalam sidang perdana itu, Najib Razak (64) dikenai dakwaan menerima suap 42 juta ringgit (setara Rp143 miliar) dan tiga dakwaan lainnya terkait penyalahgunaan kepercayaan.

Ia membantah semua dakwaan. Najib dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu sidang berikutnya yang dijadwalkan digelar pada Februari 2019.

Adapun Utusan, media yang dilaporkan dekat dengan UMNO, partai yang sebelumnya dipimpin Najib, memilih untuk mengangkat pengakuan Najib Razak di pengadilan bahwa ia tidak bersalah atas empat dakwaan.

Media itu juga membuat berita tentang pesan dari Najib Razak sebelum disidang bahwa ia menerima kenyataan yang menimpa dirinya dan sekaligus memohon maaf kepada rakyat Malaysia. Pesan tersebut dalam bentuk suara yang diunggah ke akun Facebook Najib Razak.

Sementara situs berita Malaysiakini antara lain membuat berita tentang seruan istri Najib Razak, Rosmah Mansor, kepada ratusan pendukung keluarga itu yang hadir di Kompleks Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

"Jangan sekali-kali menangis, saya tidak mahu sesiapa menitiskan air mata," ungkap Rosmah.

Najib Razak dihadirkan ke pengadilan hanya sehari setelah ditangkap di rumahnya oleh satgas penyidik kasus dugaan penggelapan miliaran dolar dari Badan Invevtasi Negara Malaysia, 1MDB.

Dugaan korupsi terkait 1MDB yang menimpa dirinya sudah lama beredar namun selalu dibantah dan bahkan dibebaskan dari semua dakwaan ketika masih menjabat sebagai perdana menteri.

Terpilihnya kembali Mahathir Mohamad dengan kendaraan oposisi Pakatan Harapan –yang sebelumnya menjadi perdana menteri sejak 1981 hingga 2003– membuat kasus itu dibuka kembali.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini