Share

Cerita Kapolsek Bangil yang Dikejar Pelaku dan Dilempar Bom

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 06 Juli 2018 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 06 519 1918630 cerita-kapolsek-bangil-yang-dikejar-pelaku-dan-dilempar-bom-yH3cvsyMqD.jpg Kapolsek Bangil, Kompol M. Iskak (foto: Avirista/Okezone)

PASURUAN - Ledakan bom di Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan ternyata memberikan cerita mendebarkan tersendiri bagi Kapolsek Bangil Komisaris Polisi M. Iskak.

Ia sempat dikejar pelaku sesaat setelah tiba di lokasi kejadian pasca menerima laporan warga adanya ledakan.

"Sesampai saya di lokasi, pelaku sudah keluar dari rumah dan dikejar warga. Saat melihat saya, pelaku langsung berlari ke arah saya,” ujar M. Iskak kepada Okezone, Kamis 5 Juli 2018 malam.

Menurutnya, pelaku berlari dari kejaran warga dengan membawa tas ransel dan kemudian mengejar dirinya. Ia pun masuk ke gang sempit di antara rumah-rumah warga. Meski demikian, sang pelaku yang bernama Anwardi masih tetap mengejarnya sampai sudut tersempit di dalam gang.

 bom

"Saya jujur takut juga. Tapi saya tidak bisa diam. Saya dikasih tahu warga kalau pelaku bawa bom. Makanya saya lari terus,” terangnya dengan wajah yang masih tampak panik.

Setelah berlari kurang lebih satu kilometer dan jarak pelaku dengannya sudah dekat. Anwardi melemparkan tas ranselnya ke arah Iskak. Beruntung sang Kapolsek berhasil menghindar dan tas yang berisi bom jatuh ke trotoar dan meledak.

“Saya tetap lari dan masuk ke kerumunan warga,” pungkasnya.

Sebelumnya, ledakan bom terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Jalan Pepaya RT 01 RW 01, Dusun Pogar, Desa Bangil Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis siang 5 Juli 2018 pukul 11.30 WIB.

 bom

Warga setempat mendengar lima kali ledakan, dan melihat seorang pria yang diduga bagian dari pelaku kabur dari dalam rumah. Warga yang sempat mencegah ditakut-takuti pelaku yang membawa tas ransel hitam yang ia katakan adalah bom.

Akibat ledakan tersebut, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit. Sementara polisi berhasil mengamankan satu orang perempuan yang merupakan istri Anwardi pemilik bom.

 

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini