12 Tahun Bekerja di Jeddah, TKI Asal Karawang Tak Dipulangkan

Bayu Septianto, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 22:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 11 337 1921137 12-tahun-bekerja-di-jeddah-tki-asal-karawang-tak-dipulangkan-1mj9832I8J.JPG Foto Istimewa

JAKARTA - Selain persoalan gaji yang tidak dibayar, permasalahan yang marak dialami oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI), terutama yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), belakangan ini adalah keengganan pengguna jasa atau majikan untuk memulangkan ART yang kontraknya telah habis.

Seperti yang dialami Marhamah binti Catir Samud. Perempuan kelahiran Karawang, Jawa Barat ini telah 12 tahun bekerja pada keluarga Ali Husen Ali Domad di Kota Jizan, provinsi yang berjarak lebih 700 km dari KJRI Jeddah.

Marhamah mengaku telah beberapa kali meminta kepada majikannya agar dipulangkan karena kangen keluarga di kampung halaman. Namun sang majikan, kerap ingkar janji.

"Omongan dia (majikan) minta ditanggapin sama saya, omongan saya tidak ditanggapin. Saya punya anak sama, baba (bapak) punya anak sama. Baba ketawa-ketawa sama anak, saya juga pengen begitu," tutur Marhamah dengan nada meninggi, mengulangi yang dia ucapkan kepada majikannya, dalam keterangan persnya, Rabu (11/7/2018).

 TKJI

Empat tahun pertama bekerja, Marhamah mengaku digaji sebesar 600 riyal per bulan. Upahnya dinaikkan menjadi 800 riyal setelah delepan tahun. Terakhir, gajinya dinaikkan menjadi 1.000 riyal.

"Saya kerja bersih-bersih rumah, nyuci, gosok, jaga anak, ya masak. Saya kerja dari jam 6 pagi sampai 11 malam. Malah, kalau hari libur kerjanya 24 jam," tutur Marhamah yang mengaku telah membangun dua rumah dari hasil keringatnya.

Hilang kesabaran karena majikan mencla-mencle, Marhamah akhirnya nekat kabur, tepatnya di hari kelima bulan puasa silam. Dia berjalan ke arah Kota Sabya sambil menenteng tas plastik. Terlihat kebingungan, Marhamah ditemui dua keluarga di kota itu. Dia diminta tinggal bersama mereka selama tiga hari.

 TKI

Oleh keluarga itu, Marhamah kemudian diantar ke maktab amal (kantor dinas tenaga kerja Saudi). Maktab amal mengirimkan laporan ke pihak kepolisian setempat. Sang majikan kemudian dipanggil dan ditekan agar segera memulangkan Marhamah. Kendalanya, paspor Marhamah telah kadaluarsa karena tidak pernah diperbaharui.

Saat melakukan penggantian paspor di KJRI Jeddah, Marhamah bercerita kepada petugas bahwa dirinya telah 12 tahun bekerja dan tidak dipulangkan oleh majikan. Petugas di bagian imigrasi akhirnya melaporkan kasus Marhamah ke bagian tenaga kerja KJRI. Sang majikan diminta agar segera menghadap, membayar semua haknya, membelikan tiket dan segera memulangkan ART-nya itu.

Sambil menunggu pengurusan final exit permit dari imigrasi Saudi, Marhamah ditampung sementara di shelter KJRI sampai urusan dokumen selesai dan hak-haknya ditunaikan oleh majikan.

Ibu beranak satu kelahiran 1962 yang usianya dibuat muda 11 tahun di paspor ini akhirnya dipulangkan Selasa malam, 10 Juli 2018. Dia diantar oleh petugas KJRI ke Bandara King Abdulaziz Jeddah dan terbang menggunakan dengan maskapai Saudia.

Mochamad Yusuf, Konsul Teknis Tenaga Kerja KJRI Jeddah, menjelaskan bahwa maraknya kasus PMI tidak dipulangkan meski kotraknya telah berakhir disebabkan oleh tidak adanya pengawasan oleh pihak Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) yang memberangkatkan.

"PPTKIS hanya memberangkatkan, setelah itu dia tidak mengecek apakah kontrak TKI-nya yang diberangkatkan itu sudah habis atau belum. Jadi, mereka itu hanya memberangkatkan, setelah itu lepas," ujar Yusuf.

Oleh sebab itu, sambung Yusuf, tidak sedikit PMI yang bekerja di Arab Saudi tidak dipulangkan lebih dari 10 tahun bahkan sampai 25 tahun lamanya. Melihat banyaknya kasus PMI yang tidak dipulangkan oleh pengguna jasa pascamoratorium pengiriman PMI informal ke Arab Saudi, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, mengimbau WNI yang bekerja agar menyimpan nomor kontak Perwakilan RI.

"Simpan nomor kontak KJRI. Laporkan bila majikan tidak mau memulangkan sehabis kontrak. Laporkan lewat hotline, WA, FB, atau saat mengganti paspor di KJRI," pesan Konjen.

Selain itu, ia mendorong para PMI agar mengingatkan majikan agar memperbaharui kontrak kerja dan paspor bila masa berlakunya telah habis.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini