nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Peran Istri Bos Abu Tours dalam Dugaan Pencucian Uang 86 Ribu Jamaah Umrah

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 17:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 11 340 1920980 ini-peran-istri-bos-abu-tours-dalam-dugaan-pencucian-uang-86-ribu-jamaah-umrah-cw52qUQnYn.jpg Istri bos Abu Tours. (Foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Nur Syariah alias Ria menjabat sebagai komisaris di PT Abu Tours, perusahaan milik suaminya, Hamzah Mamba. Menurut hasil penyidikan Polda Sulsel, Ria diduga kuat mengetahui aliran dana perusahaan tersebut.

"Terutama yang berasal dari setoran jamaah dari 15 provinsi se-Indonesia," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani saat merilis kasus ini di Mapolda Sulsel, Rabu (11/7/2018)

Dicky menyebutkan, sebagai komisaris, Ria tentu mengetahui aliran pembayaran-pembayaran di PT Abu Tours. "Karena dia bertugas mengendalikan lalu lintas keuangan untuk Abu Tours," ungkap Dicky.

Hanya saja Dicky belum bisa menjelaskan ke mana saja aliran uang setoran jamaah Abu Tours. Dicky menduga, uang jamaah itu digunakan untuk kepentingan pribadi.

"Uang jamaah di antaranya dipastikan digunakan untuk kepentingan pribadi, sehingga puluhan ribu jamaah terlantar dan gagal umrah," terang Dicky.

Cari Bukti Penipuan Dana Jamaah, Kantor Abu Tours Palembang Digeledah Polisi

Dalam kasus ini, Ria diitetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang oleh polisi. Sejauh ini penyidik Polda Sulsel telah menetapkan sejumlah tersangka, yakni Hamzah Mamba, komisaris bernama Chaeruddin dan mantan direktur keuangan Muhammad Kasim.

Penyidik, kata Dicky menduga para tersangka memanfaatkan dana jemaah umrah untuk kepentingan pribadi. Ia mencontohkan Chaeruddin yang mendapatkan bonus dari Hamzah Mamba berupa rumah, mobil, dan ongkos haji dan umrah bersama keluarga.

“Hasil penyelidikan, mereka mengambil uang dari rekening pusat Abu Tours yang seharusnya untuk kepentingan jamaah,” kata Dicky.

Kasus Abu Tours mengorbankan jemaah yang berasal 15 provinsi, yang menurut polisi berjumlah di atas 86 ribu orang. Jamaah disebut telah menyetorkan uang senilai total di atas Rp1 triliun.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini