nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Kantor Polisi Bersama dengan China, Kapolres Ketapang Dicopot

Ade Putra, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 13:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 13 340 1921870 heboh-kantor-polisi-bersama-dengan-china-kapolres-ketapang-dicopot-siqc7jvmWq.jpg Plakat kantor polisi bersama. (Foto: Ist)

PONTIANAK - Setelah viral foto papan/plang nama bertulisan 'Kantor Polisi Bersama' berbendera Negara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kapolres Ketapang AKBP Sunario langsung dicopot dari jabatannya.

Pencopotan Sunario dinilai karena dia tidak melalui mekanisme yang benar terkait dengan kantor bersama dengan kepolisian atau Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou.

"Ya benar. Kapolres Ketapang dicopot. Keputusan mutasi sudah terbit pagi tadi," kata Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Arief Sulistyanto dihubungi Okezone, Jumat (13/7/2018).

Dalam surat telegram nomor ST/1726/VII/KEP/2018 yang ditandatangani Arief ini, Sunario akan dimutasikan sebagai Perwira Menengah (Pamen) Polda Kalbar sambil menjalani pemeriksaan.

"Sementara posisi Kapolres Ketapang, digantikan AKBP Yury Nurhidayat yang sebelumnya sebagai Kapolres Singkawang," papar mantan Kapolda Kalbar ini.

Foto: Ist

Menurut Arief, apa yang dilakukan Sunario tidak sesuai mekanisme yang ada di Polri. Di mana kerja sama dengan negara lain atau polisi negara lain, kewenangannya ada di Mabes Polri.

Sebelumnya, Sunario beserta anak buahnya berfoto bersama dnegan rombongan Biro Keamanan Publik Tiongkok di kawasan industri PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park, Kamis (12/7/2018).

Dalam foto itu juga tampak papan nama yang bertuliskan Kepolisian Negara Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang dan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou, berdiri tegak di antara kedua belah pihak.

Foto: Ist

Sunario membantah adanya kantor polisi bersama di Ketapang. Menurutnya, plang nama itu hanya sebuah contoh yang dibawa pihak kepolisian Resor Suzhou ke Ketapang. "Tadi ada kunjungan dari rombongan Wali Kota yang merangkap kepolisian Suzhou. Kedatangan mereka mau mengajak kerja sama antara kita dan polisi China. Tapi kerja sama itu tidak boleh dari kita, harus dengan Mabes Polri," ungkapnya.

Plang nama itu memang benar adanya dibuat oleh pihak kepolisian Suzhou. Nantinya akan dipasang jika sudah terjalin kerja sama. "Jadi ceritanya, mereka menginap di perusahaan (PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park). Mereka mengajak kunjungan ke pabrik perusahaan. Sampai di sana ditunjukkannya ke kita monumen atau plakat (plang nama) itu sebagai contoh kalau nanti ada kerja sama," papar Sunario.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini