JAKARTA - Para pengguna jasa kereta rel listrik (KRL) commuter line diwajibkan membeli tiket kertas di stasiun masing-masing seharga Rp3.000. Ini merupakan imbas dari pembaruan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik (e-ticketing) oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
Namun, pagi tadi tersiar kabar ada calo tiket kertas yang melancarkan aksinya di tengah antrean panjang penumpang di Stasiun Depok. Pria yang bekerja sebagai tukang koran itu diduga menjual tiket kertas seharga Rp5.000 dari harga normal Rp3.000.
Terkait hal itu, VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa mengatakan, pria yang diduga sebagai calo tersebut sudah diamankan dan diinterogasi oleh petugas. Ternyata, mereka adalah orang yang disuruh pelanggan untuk mengantre lalu kemudian diberi uang lebih.
"Saya kebetulan ada di sana. Dua pria yang dikabarkan sebagai calo dan tadi disaksikan rekan media, sebetulnya ada masyarakat yang enggan mengantre lalu meminta yang bersangkutan membelikan tiket. Yang bersangkutan itu kemudian mendapat insentif," kata Eva dalam jumpa pers di Kantor PT KCI, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018).
