nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jambi Mulai Diselimuti Kabut Asap, Jarak Pandang Mencapai 500 Meter

Azhari Sultan, Jurnalis · Senin 30 Juli 2018 14:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 30 340 1929300 jambi-mulai-diselimuti-kabut-asap-jarak-pandang-mencapai-500-meter-9s7KltHjft.jpg Penanganan kebakaran hutan dan lahan (foto: Ist)

JAMBI - Sejak musibah kebakaran hutan dan lahan terjadi pada awal musim kemarau bulan Juli ini, Senin (30/7/2018) Kota Jambi sudah mulai diselimuti kabut asap tipis. Bahkan dalam rilisnya, BMKG Jambi jarak pandang di Kota Jambi mencapai 500 meter.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan dari para pemerhati lingkungan. Koordinator Simpul Jaringan Pantau Gambut Jambi Feri Irawan mengatakan, dengan adanya kabut asap tersebut bisa mengganggu aktivitas warga Kota Jambi dan sekitarnya.

"Apabila tidak terkendali kebakaran hutan dan lahannya, asap akan semakin banyak. Dampaknya pasti akan banyak penyakit bagi warga terutama ISPA," tegas Feri, Senin (30/7/2018).

Kabut Asap di Aceh Barat Jarak Pandang Hanya 30 MeterIlustrasi Kabut Asap (foto: Antara)

Selanjutnya, Feri menilai, dengan kejadian adanya karhutla tahun ini, terbukti pemerintah melalui BRG (badan restorasi gambut) gagal. "Tidak ado gunanya dibentuk, sebaiknya bubarkan saja. Mending kasih gajinya ke warga saja, jangan jadikan warga hanya kerja, kerja, kegiatan ya tak jelas," tegasnya.

Soal siapa yang bakar lahan itu, bilangnya, bagian dari kelalaian mereka untuk mengawasinya, termasuk pihak perusahaan perkebunan. "Seharusnya tidak terjadi kebakaran, kalau mereka bekerja secara sistematis. Untuk apa Presiden Jokowi membentuk BRG, kalau toh masih ada lahan yang terbakar juga," urai Feri.

Sebagai saran, dia meminta pihak perusahanaan agar tidak mengulangi lagi kesalahan tahun 2015 lalu. "Apalagi Pemerintah Provinsi Jambi pernah menyampaikan kalau terjadi di kawasan perusahaan akan merekomendasikan segera izin untuk dicabut izinnya," sambung Feri.

Selain itu, dia berharap, kebakaran hutan dan lahan sehingga menyebabkan kabut asap ini, tidak terulang lagi sebagai mana tragedi kebakaran 2015 lalu. "Bila keadaan kabut asap semakin parah, Pemerintah Provinsi, kabupaten dan kota agar segera membentuk posko-posko kesehatan gratis dan rumah perlindungan bagi korban karhutla," ujar Feri.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini