"Tidak ada alasan bagi siapa pun dari kita untuk panik dan mulai memukul genderang perang," kata Ramaphosa saat itu. Dia juga mengatakan, pertanian akan berjalan dengan normal.
BACA JUGA: Praktik Apartheid Masih Dijalankan di Afsel
Meski begitu, banyak di antara kaum Boer, keturunan pemukim Belanda di Afsel tidak mempercayai kata-kata pemerintah. Mereka mulai mencari suaka di luar negeri dengan alasan meningkatnya kekerasan dan permusuhan pemerintah Afsel terhadap mereka.
Selain Australia yang telah mendorong dikeluarkannya visa bagi para pencari suaka itu, Rusia juga menjadi negara tujuan bagi para Boer. Mereka telah mengirimkan delegasi ke wilayah Stavropol, Rusia pada Juli dan meminta pemerintah setempat memberikan izin bermukim bagi 15.000 petani Boer.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.