BRASILIA – Hakim di Brasil telah memerintahkan perbatasan antara negaranya untuk ditutup bagi para imigran Venezuela yang melarikan diri dari krisis ekonomi dan politik yang melanda negaranya. Namun, sampai Senin waktu setempat, perbatasan masih terbuka, menunggu banding yang diajukan oleh pemerintah federal.
Pada Minggu, Hakim Federal Brasil, Helder Barreto memerintahkan perbatasan untuk ditutup sampai Negara Bagian Roraima yang berbatasan dengan Venezuela dapat menciptakan kondisi kemanusiaan untuk menerima arus manusia yang jumlahnya masif dan tidak teratur. Namun, banding yang diajukan oleh pengacara dari pemerintah Brasil menghalangi eksekusi perintah tersebut.
BACA JUGA: Warga Venezuela Tempuh 36 Jam Perjalanan untuk Beli Sembako
Dalam tiga tahun terakhir, puluhan ribu warga Venezuela telah melintas dan tiba di Roraima, menyulitkan layanan sosial sehingga menyebabkan krisis kemanusiaan di negara bagian tersebut. Banyak keluarga terlihat tidur di jalanan dan meningkatkan angka kejahatan serta prostitusi.
Pemerintah negara bagian pada Kamis pekan lalu menyatakan bahwa warga Venezuela yang mencari pertolongan medis atau layanan sosial di Roraima diharuskan memiliki paspor yang valid. Namun, banyak di antara pengungsi tersebut yang tidak memilikinya.
Barreto memutuskan bahwa tindakan semacam itu "diskriminatif" dan bertentangan dengan hukum Brasil. Dia menangguhkan ketentuan yang akan memungkinkan deportasi atau pengusiran imigran Venezuela yang melakukan tindakan ilegal, dan memerintahkan vaksinasi mereka yang dirawat di Brasil.
Tetapi, Barreto juga memerintahkan penangguhan masuknya warga Venezuela ke Roraima hingga negara bagian itu dapat mencapai keseimbangan antara kedatangan migran dan keluarnya mereka ke bagian lain Brasil.
Menyusul rekomendasi yang disampaikan Badan Pengungsi PBB (UNHCR), pada Mei, angkatan udara Brasil telah mulai mengangkut para pengungsi Venezuela dari Roraima ke pemukiman lainnya di kota-kota lain di Brasil.
BACA JUGA: Brasil Usir Diplomat Senior Venezuela
Sampai hari ini, sekira 820 pengungsi Venezuela telah diterbangkan keluar dari Boa Vista, ibukota negara bagian Roraima, oleh Angkatan Udara. Tetapi pejabat negara bagian mengatakan, rata-rata lebih dari 500 warga Venezuela menyeberang ke Brasil setiap harinya dan banyak yang tinggal di Roraima karena mereka tidak mampu untuk pindah.
Pemerintah federal Brasil telah menolak permintaan dari gubernur Roraima untuk menutup perbatasan. Jaksa Agung Muda, Grace Mendonça telah memperbarui banding ke Mahkamah Agung pada Senin untuk menangguhkan keputusan negara bagian yang membatasi layanan bagi warga Venezuela, dengan alasan, tindakan itu mengganggu kewenangan pemerintah federal.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.