nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 4.636 Wisatawan Lokal dan Asing di NTB

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 07 Agustus 2018 16:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 07 340 1933076 tim-sar-gabungan-berhasil-evakuasi-4-636-wisatawan-lokal-dan-asing-di-ntb-YYPUvGWlC7.jpg Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sedikitnya ada 4.636 wisatawan lokal dan asing berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dari Gili Terawangan, Gili Meno dan Gili Air, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdampak gempa bumi yang berkekuatan 7,0 SR.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, semua wisatawan tersebut sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Mereka dibawa ke tiga pelabuhan yakni Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Benoa dan Pelabuhan Lembar.

"Sekarang masih proses evakuasi tetapi jumlah tidak banyak kaya kemarin. Untuk berapa banyaknya sampai evakuasi selesai," katanya di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018).

 evakuasi korban gempa Lombok

Sutopo melanjutkan, untuk mengevakuasi ribuan wisatawan tersebut. Pihaknya menggunakan tiga buah kapal, kemudian setelah tiba di pelabuhan, para wisatawan itu akan dibawa ke bandara terdekat.

"Begitu sampai di pelabuhan langsung disediakan bus mengantarkan ke Bandara Internasional Ngurah Rai. Ada juga sebagian tetap tinggal di hotel Bali," bebernya.

Sementara itu, untuk wisatawan yang dievakuasi ke Pelabuhan Benoa, Sutopo mengaku tidak menemukan masalah karena sudah disediakan bus mengantarkan ke Bandara Internasional Ngurah Rai.

"Bali punya pengalaman ketika Bandara Ngurah Rai tutup karena abu vulkanik Gunung Agung bagaimana mengevakuasi turis," tuturnya.

 Evakuasi wisatawan di Gili Trawangan

Akan tetapi, kondisi berbeda di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara. Banyak sarana dan prasarana rusak, bahkan wilayah yang paling parah dengan kondisi permukiman 60 persen hancur.

"Hal ini dimanfaatkan banyak pihak menyewakan kendaraan mengantarkan wisatawan ke bandara dengan memasang tarif tinggi Rp2 juta," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini