BEIJING – China mengatakan hubungan bisnisnya dengan Iran tetap terbuka, transparan dan sah berdasarkan hukum meski Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam akan melarang perusahaan-perusahaan yang berbisnis dengan Iran untuk masuk ke AS.
Washington memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran mulai Senin lalu setelah Trump menarik AS dari Kesepakatan Program Nuklir 2015 tahun ini. Keputusan itu diambil Trump meski ada permintaan dari kekuatan dunia lain untuk tidak melakukannya.
BACA JUGA: Sanksi AS Atas Iran Akan Berlaku Selasa
China yang telah menjalin kerja sama komersial terutama di bidang energi dengan Iran sejak ditandatanganinya Kesepakatan Program Nuklir menyatakan akan tetap membuka hubungan bisnisnya dengan Teheran.
"China telah secara konsisten menentang sanksi sepihak dan yurisdiksi lengan panjang," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China yang dilansir Reuters, Rabu (8/8/2018) merespons sanksi AS dan ancaman Trump terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan bisnis dengan Iran.
“Kerja sama komersial China dengan Iran terbuka dan transparan, masuk akal, adil dan sah, tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tambah pernyataan tersebut.
"Hak hukum China harus dilindungi."