nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Pedulikan Ancaman AS, China Akan Terus Lakukan Bisnis dengan Iran

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 08 Agustus 2018 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 08 18 1933659 tak-pedulikan-ancaman-as-china-akan-terus-lakukan-bisnis-dengan-iran-olArVPOAEV.jpg Foto: Reuters.

BEIJING – China mengatakan hubungan bisnisnya dengan Iran tetap terbuka, transparan dan sah berdasarkan hukum meski Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam akan melarang perusahaan-perusahaan yang berbisnis dengan Iran untuk masuk ke AS.

Washington memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran mulai Senin lalu setelah Trump menarik AS dari Kesepakatan Program Nuklir 2015 tahun ini. Keputusan itu diambil Trump meski ada permintaan dari kekuatan dunia lain untuk tidak melakukannya.

BACA JUGA: Sanksi AS Atas Iran Akan Berlaku Selasa

China yang telah menjalin kerja sama komersial terutama di bidang energi dengan Iran sejak ditandatanganinya Kesepakatan Program Nuklir menyatakan akan tetap membuka hubungan bisnisnya dengan Teheran.

"China telah secara konsisten menentang sanksi sepihak dan yurisdiksi lengan panjang," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China yang dilansir Reuters, Rabu (8/8/2018) merespons sanksi AS dan ancaman Trump terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan bisnis dengan Iran.

“Kerja sama komersial China dengan Iran terbuka dan transparan, masuk akal, adil dan sah, tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tambah pernyataan tersebut.

"Hak hukum China harus dilindungi."

China adalah pelanggan terbesar minyak Iran yang membeli sedikitnya 650 ribu barel minyak mentah per hari dari Teheran. Sejumlah perusahaan minyak dan energi China juga telah menanamkan investasinya di Iran.

BACA JUGA: Sanksi AS Dijatuhkan, Eropa Berjanji untuk Tetap Buka Hubungan Dagang dengan Iran

Sebelumnya, negara-negara Eropa tetap mendorong perusahaan – perusahaannya untuk tetap melakukan bisnis dengan Iran dan berjanji akan berusaha mengurangi dampak dari sanksi AS. Dorongan itu merupakan upaya Eropa untuk menjaga agar Iran tetap melaksanakan komitmennya terkait kesepakatan nuklir.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Frederica Mogherini mengatakan, UE telah mengeluarkan undang-undang pemblokiran untuk melindungi bisnis Eropa dari dampak sanksi AS.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini